n penguatan di hadapan mata uang global. Berbagai sentimen positif mulai dari kemenangan Joe Biden hingga kabar vaksin menjadi penopang rupiah hingga mampu menekan dolar AS ke level terdalam di Rp13.982 pada Selasa, 10 November 2020.Meski telah kembali ke level Rp14.000-an, rupiah pagi ini mencetak apresiasi sebesar 0,46% ke level Rp14.026 per dolar AS. Bersamaan dengan itu, rupiah juga perkasa di hadapan dolar Australia (0,58%), euro (0,38%), dan poundsterling (0,26%). Baca Juga: Rontok Berkeping-Keping! Harga Emas Antam (JK:ANTM) Sekarang Cuma Rp970 Ribuan!Di antara mata uang Benua Kuning, rupiah menjadi yang trebaik ketiga setelah dolar Taiwan (-0,55%) dan yen (-0,04%). Dengan kata lain, rupiah menguat terhadap baht (0,71%), ringgit (0,70%), dolar Hong Kong (0,50%), dolar Singapura (0,43%), yuan (0,33%), dan won (0,16%). Baca Juga: Tegas! Maybank (JK:BNII) Bakal Ganti Uang Puluhan Miliar Rupiah Milik Winda Earl, Tapi....Sementara itu, dolar AS sampai dengan pagi ini masih memerah di hadapan banyak mata uang. Aset safe haven itu melemah terhadap euro, poundsterling, franc, yuan, yen, won, dolar Singapura, dan dolar Taiwan.Penulis/Editor: Lestari NingsihFoto: Aprillio Akbar