ukmin, ikut menanggapi aksi demonstrasi oleh PA 212 cs yang menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Jakarta, Selasa (13/10) kemarin dan berakhir kericuhan.Atas kerusuhan tersebut, polisi menangkap ribuan orang yang melakukan perusakan dan menyerang aparat yang menjaga aksi demo tersebut. Bahkan, 806 orang di antaranya masih berstatus pelajar karena ikut demo bertajuk Aksi 1310 itu. Baca Juga: Anggota KAMI Disikat Polisi, Novel 212 Teriak-Teriak KriminalisasiTerkait itu, Novel menyebut keterlibatan pelajar dalam aksi tersebut sebagai hal yang biasa. Sebab, pelajar STM memang memiliki semangat yang sangat luar biasa. Baca Juga: PA 212 Cs Besok Geruduk Istana: Pantang Pulang Sebelum UU Cipta Kerja Tumbang“Namanya juga pelajar STM memang luar biasa semangat juang mereka, karena saya juga alumnus STM Negeri 1 Boedi Oetomo, jadi tahulah bagaimana semangatnya adik-adik kita itu,” cetusnya kepada wartawan, kemarin.Lanjut anak buah Habib Rizieq Shihab ini, sejatinya anak-anak STM itu bisa damai. Namun, jika diganggu, mereka tentu tidak akan tinggal diam.Sementara itu, terkait demo 1310 yang berakhir kerusuhan, ia menduga ada pihak yang melakukan provokasi.Bahkan, ia menyebut bahwa provokasi itu dilakukan oleh aparat sendiri. “Diduga dari oknum aparat juga. Baik yang menyamar sebagai pelajar atau mahasiswa, atau warga sipil di tengah massa. Lalu membuat provokasinya,” ujarnya.Selain itu, ia juga menduga adanya oknum warga sipil yang sengaja dikondisikan oleh aparat untuk memancing emosi para pelajar dan peserta aksi.“Hingga akhirnya petugas menembakan gas air mata untuk mengurai massa,” katanya.Penulis: RedaksiEditor: Vicky FadilFoto: Istimewa