nomi global akan bergantung terhadap akses vaksin covid-19 negara seluruh dunia, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyatakan, menambahkan pemulihan berlangsung lama tanpa adanya temuan vaksin yang berhasil.Hal ini disampaikan saat berbicara di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dalam sesi 'Finance Track', bersama para menteri keuangan luar dunia menurut laporan CNBC Indonesia Senin (23/11).Lanjutnya, fokus dari pembahasan di dalam finance track adalah mengenai fiskal, moneter, dan kebijakan bersama-sama untuk menangani Covid-19 dan mengendalikan perekonomian.Artinya, lanjut dia, kebijakan fiskal, moneter, dan regulasi di sektor keuangan harus tetap dijalankan sampai ekonomi betul-betul pilih secara kuat.Lebih lanjut mengutip Bisnis.com Minggu (22/11), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan fokus dari pembahasan di dalam financial track terkait dengan pandemi Covid-19 telah menyebabkan dampak yang sangat sangat luar biasa di berbagai negara.Sri Mulyani menekankan pentingnya peranan lembaga multilateral dalam memberikan dukungan pendanaan bagi negara-negara berkembang atau negara miskin untuk mendapatkan vaksin.Dia menyampaikan, akses terhadap vaksin tersebut penting karena tidak akan ada pemulihan ekonomi di seluruh dunia sampai seluruh negara mendapatkan akses vaksin.Oleh karena itu, di dalam pembahasan yang kemudian didukung oleh lembaga multilateral seperti IMF dan Bank Dunia menyepakati untuk memberikan relaksasi cicilan hutang yang pada mulanya sampai akhir tahun 2020, kemudian diperpanjang hingga pertengahan tahun 2021.Tujuannya agar negara yang berpendapatan rendah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk bisa menangani Covid-19.