r tak boleh diraih, kenyataan bahwa ekonomi Indonesia masuk jurang resesi mulai bulan Oktober 2020 ini tidak dapat ditampik lagi. Walau pertumbuhan ekonomi kuartal III belum dirilis secara resmi, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sudah memberikan kisi-kisi bahwa angkanya akan kembali minus.ÂBaca Juga: Tiga Kali Berturut-turut, September Deflasi 0,05%Kepastian atas tumbangnya ekonomi RI akibat pandemi Covid-19 menjadi sentimen negatif bagi nilai tukar rupiah. Ketika hampir mata uang regional berlomba-lomba menekan dolar AS, rupiah justru remuk luar dan dalam, global dan regional.Baca Juga: Wagelaseh! Habis Bayar Lunas Rp300 Miliar, PPRO Mau Rilis Surat Utang Lagi Rp850 MiliarDilansir dari RTI, rupiah terpantau sempat anjlok hingga ke level terpuruknya di angka Rp14.950 per dolar AS. Sampai dengan pukul 12.32 WIB ini pun, rupiah masih tertekan signifikan hingga -0,48% ke level Rp14.926 per dolar AS.Tekanan global terhadap rupiah tak berhenti sampai di sana. Pasalnya, rupiah masih harus berhadapan oleh dolar Australia (-0,69%), euro (-0,65%), dan poundsterling (-0,60%).Di Asia, rupiah masih menempati posisi terbawah kedua setelah dolar Taiwan (0,10%). Dengan kata lain, rupiah memerah terhadap yuan (-1,01%), won (-0,63%), dolar Singapura (-0,62%), ringgit (-0,53%), baht (-0,51%), dolar Hong Kong (-0,47%), dan yen (-0,42%). Penulis/Editor: Lestari NingsihFoto: Reno Esnir