reira, akhirnya menjawab keluhan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merasa dituduh sebagai dalang demo menolak Omnibus Law Cipta kerja yang berujung kerusuhan.Seharusnya, menurut Andreas, SBY tidak perlu terpancing oleh oknum yang melontarkan tudingan kepada dirinya. Baca Juga: Sindir SBY, Dewi Tanjung: Daripada Bayar Pendemo, Mending Bikin Lagu”Pak SBY sebagai mantan presiden, tokoh nasional, purnawirawan senior seharusnya tidak perlu terpancing,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (14/10/2020). Baca Juga: Sedih Difitnah, SBY: Saya Menjadi KorbanLanjutnya, ia juga menyebut SBY tiidak perlu merasa sebagai tertuduh. “Karena juga tidak ada yang menuduh SBY sebagai dalang (demo),” sambungnya.Menurut anak buah Megawati Soekarnoputri ini, SBY semestinya bisa ikut menenangkan masyarakat Indonesia di tengah gonjang-ganjing Omnibus Law Cipta Kerja.“Sehingga bangsa ini tidak terjebak dalam polemik berkepanjangan di tengah pandemi,” tuturnya.Ia menilai, sosok SBY sejatinya memiliki peranan penting bagi masyarakat. Sebab, apapun yang disampaikannya bisa membuat masyarakat tetap bersatu.“Kita berharap Pak SBY menjadi simpul pemersatu bangsa,” harapnya.Diketahui sebelumnya, dalam akun Youtube miliknya, SBY mengunggah momen bincang santai yang membahas terkait tudingan dirinya sebagai dalang demo menolak Omnibus Law.“Ya nggak tau saya. Nggak tau. Apa barangkali nasib saya dibeginikan terus yah,” jawab SBY.Sambungnya, SBY lalu bercerita bahwa hal yag sama pernah ia alami pada 2016 lalu. Saat itu, ia juga dituduh menggerakkan sebuah unjuk rasa besar.“Kalau saya ikuti kembali seperti saya alami pada 2016 dulu saya dituduh, difitnah, menunggangi, menggerakkan, membiayai.”“Sama seperti sekarang, sebuah gerakan unjuk rasa besar kala itu,” kata dia.Penulis: RedaksiEditor: Vicky FadilFoto: Olhe