min Simpanan (LPS) berencana akan menurunkan tingkat bunga penjaminan yang dinilai bisa membangkitkan kegiatan ekonomi dengan mendorong penurunan suku bunga kredit dan bunga deposito perbankan.Mengutip laporan Kontan Selasa (24/11), Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penurunan bunga penjaminan tersebut sangat penting dalam mendorong arah penurunan suku bunga kredit di bank.Purbaya menambahkan, pihaknya selalu melakukan pemantauan aktif untuk  melihat kemungkinan penyesuaian kembali suku bunga penjaminan LPS sesuai perkembangan suku bunga pasar,  likuiditas perbankan,  kondisi stabilitas sistem keuangan serta perkembangan perekonomian.Namun, pihaknya memandang penurunan bunga deposito dan bunga kredit lebih banyak terpengaruh dari tingkat bunga penjaminan, sedangkan transmisi dari suku bunga terhadap kebijakan penurunan bunga acuan dari bank Indonesia (BI) membutuhkan waktu lebih panjang.Lebih lanjut menurut Bisnis.com Selasa (24/11), Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan saat ini kondisi likuiditas perbankan stabil dan cakupan penjaminan LPS sudah termasuk tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.Beberapa kebijakan saat ini masih perlu didorong untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Di antaranya, mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit ke sektor riil dan penurunan suku bunga kredit melalui sinergi kebijakan di masing-masing otoritas.Dalam upaya menjaga kepercayaan nasabah penyimpan serta memberikan ruang yang cukup bagi perbankan dalam mengelola sisi biaya dana, LPS terus melakukan pemantauan secara aktif untuk melihat kemungkinan ruang penyesuaian kembali atas tingkat bunga penjaminan LPS sesuai perkembangan suku bunga pasar, likuiditas perbankan, kondisi stabilitas sistem keuangan serta perkembangan perekonomian.Adapun, pada hari ini, Selasa (24/11/2020) LPS berencana untuk mengumumkan tingkat bunga penjaminan.