sidang gugatan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) memutuskan menolak permohonan yang diajukan, menurut hasil putusan yang didapat oleh Lion Air Group.Sebelumnya mengutip laporan Bisnis.com Jumat (20/11), Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) diajukan oleh Rolas Budiman Sitinjak dalam perkara Nomor 265/Pdt.Sus-PKPU/2020 dan oleh Pemohon Budi Satoso dalam perkara Nomor 343/Pdt.Sus-PKPU/2020 pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.Berdasarkan keterangan resminya, Jumat (20/11/2020), Lion Air menyambut baik atas putusan pengadilan tersebut.Terkait dengan persoalan tersebut, Lion Air mengklaim telah menyelesaikan kewajiban kepada pemohon serta kreditur lainnya dengan menitipkannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.Lebih lanjut tambah laporan, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang M. Prihantoro mengatakan putusan tersebut terkait dengan perkara No. 265/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Jkt.Pst dan No. 343/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Jkt.Pst di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.Dia menyambut baik atas putusan pengadilan tersebut. Dalam hal ini, Lion Air telah menyelesaikan kewajiban kepada pemohon serta kreditur lainnya dengan menitipkannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.Lion Air telah menjalankan putusan dimaksud dan pengesahan atas konsinyasi tersebut telah diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Lion Air dalam operasional patuh dan tunduk terhadap ketentuan yang berlaku.Seperti diketahui, Lion Air, mendapat gugatan PKPU oleh pemohon yakni Rolas Budiman Sitinjak karena tidak membayar ganti rugi yang sudah diputuskan Mahkamah Agung (MA) sebagaimana yang dikutip dari CNBC Indonesia Jumat (20/11).Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Jakarta Pusat, Rolas tercatat menjadi pemohon PKPU atas termohon Lion Air. Status perkara terkait dengan penetapan majelis hakim.Pada 2012 lalu Rolas Budiman Sitinjak menggugat Lion Air karena penerbangannya dibatalkan sepihak. Adapun penerbangan yang dimaksud terjadi di 2011. Perkara ini sudah tuntas dan diputuskan oleh Mahkamah Agung, dan Rolas sebagai penumpang mendapatkan ganti rugi Rp 23,5 juta.Rolas sempat mengatakan hingga saat ini ganti rugi tersebut belum dibayar Lion Air. Inilah yang membuat Rolas melayangkan PKPU ke PN Jakarta Pusat.