iriman tampaknya akan terus tumbuh beriringan dengan besarnya e-commerce. Seperti perusahaan yang dikelola Wang Wei, SF Express, membawanya menjadi salah satu orang terkaya di China.Bos kurir ini bahkan kekayaannya pernah melampaui Jack Ma pada tahun 2017 silam. Sejak melepas saham perdananya ke pasar modal pada 23 Februari 2017, SF Express terus tumbuh hingga membawa Wang Wei memiliki harta kekayaan USD32,9 miliar (Rp486 triliun).Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Lee Man Tat, Kaya Raya Berkat Saus TiramWang Wei adalah putra dari seorang seorang guru bahasa Rusia di salah satu universitas. Ia lahir di Shanghai pada tahun 1971 dan ikut orang tuanya ke Hong Kong. Tumbuh besar di Hong Kong membuat Wang Wei hanya dapat menyelesaikan sekolah menengah dan kemudian mulai bekerja sebagai buruh percetakan kecil di kota Shunde di provinsi Guangdong.Saat bekerja disanalah Wang Wei melihat betapa besar peluang di bidang logistik tatkala volume pengiriman meningkat dan kurangnya jasa pengiriman yang tersedia.Pada tahun 1993 saat terjadi puncak reformasi ekonomi China, Wang Wei yang saat itu masih sangat muda yakni berusia 22 tahun, memutuskan untuk meminjam uang untuk modal kepada sang ayah sebesar USD13.000 dan bermitra dengan lima temannya memulai usaha jasa kurir bernama Shunfeng (SF) Express.Dulu, jasa pengiriman sempat ilegal dan bisnis kurir swasta tak diperbolehkan di China hingga tahun 2009. Satu-satunya opsi yang legal adalah sistem kantor pos nasional yang tidak efisien, hal itu pun tidak tidak menghentikan SF express.Selama 20 tahun sejak pendirian perusahaan, Wang Wei secara pribadi mengendalikan 99,99% SF Express dan menghindari mengambil pendanaan eksternal. Hal inilah yang membuat Wang Wei sulit dihubungi investor.Meski demikian, Wang Wei berhasil menjadikan China sebagai negara pengiriman ekspres terbesar di dunia. Salah satunya adalah berkat SF Express. Bahkan, jasa pengiriman ekspres China membawa 4 triliun yuan pada tahun 2016 dan mewakili lebih dari 40% bisnis global di industri.Sekarang, SF Express mempekerjakan lebih dari 80.000 orang, memiliki armada 38 pesawat Boeing (NYSE:BA) di bawah lengan maskapai kargo SF Airlines, dan menyelesaikan uji coba pengiriman kendaraan udara tak berawak besar (UAV) pertama Agustus tahun 2020 ini. Perusahaan telah berkembang ke lintas negara dari China dan Hong Kong ke Makau, Taiwan, Korea, Jepang, Malaysia, dan bahkan Eropa dan AS.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: CFP Photo/Shunfeng Express