ishan Damani merupakan seorang investor yang menjadi miliarder mandiri. Ia adalah pemilik jaringan toko ritel besar terbesar ketiga di India, DMart. Pria yang memulai karirnya sebagai pedagang ini kini berharta USD15,8 miliar (Rp232 triliun).Radhakishan mendapatkan pijakan dalam bisnis hanya setelah dia mengalahkan pialang saham India yang terkenal Harshad Mehta. Selama akhir 1980-an dan awal 1990-an, Radhakishan banyak berinvestasi di saham multinasional dan akhirnya menjadi salah satu investor pasar saham terkemuka di negara itu.Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Steven Cohen, Miliarder yang Sukses Berkat Aset ManajemenSaat ini, ia menjadi pemegang saham di perusahaan seperti perusahaan tembakau VST Industries, pembuat bir United Breweries, dan penyedia layanan logistik Blue Dart Express Ltd. Beberapa saham dengan kinerja terbaik dari portofolionya adalah VST Industries, Sundaram Finance, India Cements, dan Blue Dart.Radhakishan lahir pada tahun 1954 dari keluarga Marwari India. Ayahnya, Shivkishanji Damani, juga merupakan bagian dari bisnis pasar saham. Radhakishan merupakan lulusan Universitas Mumbai untuk mengejar BCom tetapi keluar untuk memulai karirnya sebagai pengusaha.Radhakishan memulai karirnya sebagai pedagang dalam bisnis bantalan bola. Saat itu, dia tidak tertarik dengan pasar saham. Kematian ayah Radhakishan yang terlalu dini membuatnya melangkah ke pasar saham.Setelah itu, Radhakishan menutup bisnisnya dan bergabung dengan saudaranya yang sudah menjadi bagian dari bisnis pialang saham. Radhakishan saat itu berusia akhir 20-an dan tidak memiliki pengetahuan tentang bisnis tersebut. Oleh karena itu, langkah pertama Radhakishan adalah mengamati dan mempelajari fungsi pasar saham. Ia pun mulai berspekulasi dan melakukan investasi pasar saham pertamanya pada usia 32 tahun.Namun, Radhakishan segera menyadari bahwa spekulasi belaka tidak akan membantunya memantapkan dirinya dalam bisnis yang berisiko ini. Dia kemudian mulai mempelajari cara untuk berinvestasi dan menumbuhkan modal. Selama fase itu, Radhakishan sangat dipengaruhi oleh Chandrakant Sampat, seorang investor nilai yang dia kenal di awal 1990-an.Radhakishan mengalami beberapa kegagalan awal, ia bahkan kehilangan beberapa taruhan awalnya. Sejak itu, dia memutuskan untuk melakukan investasi jangka panjang dan ia pun mulai berhasil.Dari akhir 1980-an hingga awal 1990-an, periode yang dianggap sebagai fase gelap pasar saham India, Radhakishan memerangi Harshad dalam bisnisnya. Untuk mengalahkan pedagang paling kuat di pada waktu itu, Radhakishan bersama dengan seorang pembuat grafik bernama Raju dan investor pemula membentuk kelompok yang secara lokal disebut triple-R.Harshad dan triple-R pertama kali berinvestasi di Apollo Tyres sebuah perusahaan ban India. Mereka segera menyadari bahwa Harshad telah menawar valuasi yang tinggi untuk sebuah perusahaan ban dan mulai menjual sahamnya.Pertarungan pasar saham di antara mereka berlanjut selama 2 tahun ke depan dan terungkap pada tahun 1992, ketika Harshad dituduh melakukan penipuan besar-besaran. Radhakishan akhirnya memenangkan pertempuran itu dan menjadi terkenal di pasar saham.Dalam dunia bisnis, Radhakishan selalu tertarik pada perusahaan konsumen. Dia juga memiliki beberapa pengalaman dalam usaha serupa. Setelah keluar dari bisnis pasar saham, Radhakishan pun mendirikan DMart.Pada tahun 1999, Radhakishan dan Damodar Mall, CEO Reliance Retail, membeli waralaba Apna Bazaar sebuah organisasi koperasi yang berbasis di Mumbai yang dimulai pada tahun 1948.Radhakishan pun meluncurkan DMart 2 tahun kemudian. Setelahnya, ia mengambil alih Apna Bazaar. Pada tahun 2002, DMart dimulai hanya dengan satu toko di pinggiran kota Mumbai. Namun kini, sudah memiliki 160 toko di seluruh negeri.Pada 2017, DMart IPO dengan nama induknya, Avenue Supermarts. Setelah itu, Radhakishan pun menjadi raja ritel India. Keberhasilan DMart terletak pada tiga pilarnya: konsumen, penjual, dan karyawannya.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: Photo Credit: PTI