erman ialah Klaus-Michael Kühne. Klaus-Michael merupakan seorang pengusaha dan miliarder yang memegang posisi sebagai Ketua Kehormatan perusahaan transportasi dan logistik internasional Kühne + Nagel International AG.Ia memiliki 53% saham dan membawanya sebagai salah satu miliarder dunia berharta USD19 miliar (Rp279 triliun), menurut Forbes. Meski telah lama pensiun, kekayaannya masih terus bertambah berhat saham yang dimilikinya.Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Thomas Peterffy, Imigran yang Sukses di Negeri OrangKlaus-Michael Kühne lahir pada 2 Juni 1937 dari keluarga pengusaha transportasi Alfred Kühne dan istrinya Mercedes di Hamburg.Sejarah perusahaan Kuehne + Nagel serta bisnis keluarga dimulai pada tahun 1890 dengan kakek Klaus-Michael August Kühne dan Friedrich Nagel ketika keduanya mendirikan firma penerusan Breman.Alfred Kühne sendiri memasuki bisnis transportasi pada awal tahun 1900-an ketika ayahnya mendirikan cabang perusahaan di Hamburg.Klaus-Michael Kühne menyelesaikan Heinrich Hertz-Gymnasium. Setelah lulus pada tahun 1956, ia menyelesaikan magang komersial selama dua tahun di industri perbankan diikuti dengan pelatihan intensif di perusahaan ekspedisi terkait, pengoperasian kapal dan pialang kapal. Dari tahun 1958 hingga 1963 ia menjalani magang di berbagai cabang Kuehne & Nagel di Eropa dan luar negeri.Pada tahun 1963 ia telah bergabung dengan perusahaan sebagai anggota Dewan Eksekutif dan mitra umum. Sejak itu, ia telah menjalankan tanggung jawab penuh.Pada tahun 1966 ia telah menjadi Chief Executive Officer dari Grup Kuehne + Nagel yang baru didirikan. Dia memegang posisi ini hingga tahun 1975. Di bawah kepemimpinannya, markas besar perusahaan dipindahkan ke kota Swiss di Schindellegi di Danau Zurich.Selama pertengahan 70-an setelah Alfred Kuehne, sang ayah pensiun dari jabatan ketua kehormatan di dewan pengawas, Klaus-Michael naik ke posisi mitra terbatas tunggal Kuehne & Nagel KG, Bremen, ketua dewan Kuehne & Nagel Speditions 'AG, Breman, dan delegasi kepada dewan direksi perusahaan induk Kuehne & Nagel International AG.Sayangnya tantangan setiap pengusaha pasti saja ada. Tahun 1980-an Klaus-Michael hadapi dengan kesulitan keuangan yang disebabkan oleh krisis minyak. Terlebih lagi, ia mencoba mendirikan perusahaan pelayarannya sendiri, tetapi pada akhirnya ia menderita kerugian finansial yang sangat besar dan para bankir meminta uang mereka kembali.Akhirnya, pada tahun 1981 Klaus-Michael harus menjual 50% saham kepada konglomerat Lonrho di Kühne + Nagel. Ia menjadi salah satu Direktur Eksekutif di organisasi.Pada tahun 1991 ia berhasil membeli kembali saham yang dipegang Lonrho di perusahaannya. Dan tahun itu juga dia berhasil menjadi Presiden dan Delegasi Kühne + Nagel International AG.Hingga akhirnya pada tahun 1994 perusahaan go public dan Klaus-Michael memiliki 55,8% sahamnya. Empat tahun kemudian pada tahun 1998 ia mundur dari posisi Ketua Dewan Direksi dan diangkat kembali sebagai presiden dan Delegasi Dewan Administratif.Setelahnya, Klaus-Michael sibuk dalam kegiatan amal. Mulai dari kontribusi pada universitas hingga Yayasan Klaus-Michael Kuehne yang didirikan pada tahun 2008 untuk mempromosikan budaya di Jerman.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: Picture Alliance/Axel Haimken