m - Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat membangun industri kreatif karena berperan besar dalam membangun ekonomi nasional, sementara otoritas Jasa Keuangan mengungkapkan penghimpunan dana di pasar modal Indonesia mencapai Rp97,74 triliun per 6 November 2020 yang berasal dari 144 penawaran umum, Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri Indonesia hingga akhir kuartal III-2020 mencapai Rp 6.904 triliun, turun dari 5,1% pada kuartal II-2020 menjadi 3,8% dipengaruhi melambatnya pertumbuhan ULN perusahaan, Kementerian Perhubungan mengatakan pembangunan Pelabuhan Patimban ditargetkan selesai total tahun 2027 namun sejumlah fasilitas pelabuhan seperti untuk kegiatan ekspor-impor mobil sudah bisa digunakan mulai Desember tahun ini, Pertumbuhan bisnis kartu kredit PT Bank Mandiri (JK:BMRI) (Persero) Tbk menunjukan kenaikan pada kuartal III-2020 dengan volume transaksi tumbuh 13% yang dipicu perubahan penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB).1. Jokowi nilai industri kreatif berpotensi tingkatkan ekonomi nasionalPresiden Joko Widodo mengajak masyarakat membangun industri kreatif karena berperan besar dalam membangun ekonomi nasional,  mengingat industri ini didasari imajinasi dan kreativitas yang potensial melahirkan karya-karya inovatif yang membanggakan.Menurut Jokowi, Indonesia punya potensi besar untuk mengembangkan industri kreatif. karena memiliki jumlah anak muda yang besar, kekayaan seni tradisi yang luar biasa, hingga talenta yang membanggakan dengan semakin banyaknya pekerja kreatif yang tampil di panggung internasional.Dari segi kontribusi finansial, pada 2017 industri kreatif menyumbang Rp 1000 triliun kepada PDB dan jumlahnya meningkat pada 2018 menjadi Rp 1.105 triliun, dan di 2019 menjadi Rp 1.211 triliun.2. OJK : penghimpunan dana di BEI capai Rp 97TOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan penghimpunan dana di pasar modal Indonesia mencapai Rp97,74 triliun per 6 November 2020 yang berasal dari 144 penawaran umum, di mana 44 diantaranya merupakan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).Berdasarkan catatan OJK, sejak awal tahun (year to date/yd) indeks saham masih mencatat minus sebesar 13,09%. Sementara untuk jumlah investor di pasar modal mencapai 3,13 juta Single Investor Identification (SID) per September 2020 yang tumbuh 26,27% sejak awal tahun (ytd)Pada tahun ini jumlah IPO di Indonesia merupakan yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, Malaysia mencatat 10 IPO, Sementara Thailand, dan Singapura masing-masing tujuh.3. Utang luar Negeri bulan Oktober turunBank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri Indonesia hingga akhir kuartal III-2020 mencapai US$ 408,5 miliar atau setara Rp 6.904 triliun, mengacu kurs Jisdor akhir September 2020 Rp 14.908 per dolar AS.Posisi utang ini turun dari 5,1% pada kuartal II-2020 menjadi 3,8% dipengaruhi melambatnya pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan serta berlanjutnya kontraksi ULN lembaga keuangan.Tercatat bahwa transaksi pembayaran ULN swasta termasuk BUMN sebesar US$ 208,4 miliar, sementara  dari ULN sektor publik atau pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 200,2 miliar.Pada akhir kuartal III-2020, pertumbuhan ULN perusahaan nonkeuangan tercatat 8,1%, turun dibandingkan kuartal II-2020 yang sebesar 11,6%. Sementara, ULN lembaga keuangan mencatat kontraksi yang berkurang  1% dari kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 1,8%.4. Pelabuhan Patimban mulai beroperasi sebagian DesemberKementerian Perhubungan mengatakan pembangunan Pelabuhan Patimban ditargetkan selesai total tahun 2027 namun sejumlah fasilitas pelabuhan seperti untuk kegiatan ekspor-impor mobil sudah bisa digunakan mulai Desember tahun iniRincian fasilitas pelabuhan yang dapat digunakan pada bulan Desember yakniterminal peti kemas seluas 35 hektar dengan kapasitas 250.000 TEUs serta terminal kendaraan dengan luas 25 ha atau dengan kapasitas mobil sebanyak 218.000 CBU.Untuk terminal kendaraan nantinya bisa dimanfaatkan untuk melakukan ekspor-impor mobil juga distribusi mobil ke seluruh Indonesia.5. Volume transaksi kartu kredit mandiri naik di kuartal III-2020Pertumbuhan bisnis kartu kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menunjukan kenaikan pada kuartal III-2020 dengan volume transaksi tumbuh 13% yang dipicu perubahan penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang membuat sejumlah merchant hingga restoran bisa kembali beroperasi dan tentunya dari segmen e-commerce.Selain itu, kondisi pariwisata yang belum pulih juga ditenggarai menjadi penyebab turunnya bisnis kartu kredit perseroan secara tahunan dan juga dipicu penurunan pendapatan masyarakat sejak pandemi yang memilih untuk menahan konsumsi dan meningkatkan simpanan.Selain bisnis yang mulai membaik, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) kartu kredit perseroan juga mulai mengalami penurunan. Dari NPL kartu kredit pada Agustus 2020 hampir mencapai angka 5%, kemudian menurun menjadi sekitar 4% pada September 2020.