m - Trade Expo Indonesia untuk pertamakalunya digelar virtual sebagai upaya mempromosikan produk Indonesia ditengah pandemi yang kali ini menargetkan pasar non tradisional seperti negara Afrika Timur, Timur Tengah, Asia Tenggara, Eropa Timur, dan Amerika Latin, sementara kementerian Perindustrian mencatat sepanjang Januari-September 2020, sektor industri melakukan investasi sebesar Rp201,9 triliun atau berkontribusi 33% dari total nilai investasi nasional, LinkAja mendapatkan investasi strategis dari Grab yang memimpin pendanaan seri B, bersama Telkomsel, BRI (JK:BBRI) Ventura Investama dan Mandiri Capital Indonesia, senilai USD 100 juta, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengungkapkan rasio kredit bermasalah pada pinjaman online financial technology (fintech) meningkat di tengah pandemi covid-19, pada bulan Juli 2020 menjadi 7,99%, Indonesia Crude Price (ICP) pada bulan Oktober 2020 naik US$ 0,64 per barel yang disebabkan membaiknya marjin untuk produk light distillate di pasar Asia Pasifik.Inilah berita ekonomi dan bisnis yang perlu anda ketahui di hari Selasa 10 November.1. Trade Expo Indonesia digelar virtualPresiden Joko Widodo (Jokowi) membuka pameran perdagangan Indonesia (TEI) ke-35 tahun 2020 yang digelar secara virtual dan dalam kesempatan itu  mendorong pergeseran paradigma dalam perdagangan yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka, saat ini secara virtual agar dapat memberikan nilai tambah bagi produk ekspor Indonesia.Pada TEI tahun 2019 telah berhasil mencatatkan transaksi ekspor senilai US$ 10,95 miliar dan ditengah pandemi, diharapkan nilai transakso yang dicatat pada TEI kali ini tak jauh dari capaian sebelumnya, yang pada tahun ini diikuti 690 pelaku usaha, yang naik dua kali lipat dari target awal yang sebesar 300 pelaku usaha dan kali ini menyasar pasar non tradisional seperti negara Afrika Timur, Timur Tengah, Asia Tenggara, Eropa Timur, dan Amerika Latin.2. Investasi sektor industri manufaktur meningkatKementerian Perindustrian mencatat sepanjang Januari-September 2020, sektor industri melakukan investasi sebesar Rp201,9 triliun atau berkontribusi 33% dari total nilai investasi nasional yang sebesar Rp611,6 triliun, meningkat apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekitar Rp147,3 triliun.Adapun subsektor dengan kontribusi terbesar pada devisa selama Januari-September 2020, yakni investasi dari industri logam, mesin dan elektronik Rp77,8 triliun, kemudian industri makanan Rp40,5 triliun serta industri kimia dan farmasi berkisar Rp35,6 triliun.3. LinkAja dapat investasi dari GrabPT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja mendapatkan investasi strategis dari Grab yang memimpin pendanaan seri B, bersama Telkomsel, BRI Ventura Investama dan Mandiri Capital Indonesia, dengan total komitmen hingga sekitar USD 100 juta yang akan dimanfaatkan untuk mengakselerasi pertumbuhan LinkAja menjadi pemimpin teknologi finansial yang berfokus pada konsumen kelas menengah dan UMKM di Indonesia.Pada kuartal III-2020, nilai transaksi bruto dan jumlah transaksi LinkAja tumbuh tiga kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) dan juga menggaet 58 juta lebih pengguna terdaftar, yang 80% di antaranya berasal dari kota tingkat (tier) dua dan tiga.4. Rasio Kredit bermasalah pinjaman online fintech meningkatAsosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengungkapkan rasio kredit bermasalah pada pinjaman online financial technology (fintech) meningkat di tengah pandemi covid-19, pada bulan Juli 2020 sebesar 7,99%, naik dari Juni 2020 yaitu 6,13%.Tren peningkatan kredit bermasalah mulai terjadi sejak Maret 2020 yang tercatat sebesar 4,22%, lalu tumbuh menjadi 4,93% pada April dan 5,1% pada Mei.Bertambahnya tingkat kredit bermasalah membuat Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB) 90 hari turun dari 93,87% di Juni menjadi menjadi 92,01% pada Juli 2020.Namun, AFPI menilai peningkatan rasio kredit bermasalah di industri fintech lending ini wajar mengingat banyak nasabah atau perusahaan mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi covid-19.5. ICP naik di bulan OktoberTim Harga Minyak Indonesia menyatakan, Indonesia Crude Price (ICP) pada bulan Oktober 2020 naik US$ 0,64 per barel dari US$ 37,43 per barel menjadi US$ 38,07 per barel yang disebabkan membaiknya marjin untuk produk light distillate di pasar Asia Pasifik.Sementara perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Oktober 2020 dibandingkan bulan September 2020 mengalami penurunan yang dipengaruhi sejumlah faktor antara lain kekhawatiran pelaku pasar seiring peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negara di dunia, terutama di Eropa, menyebabkan penerapan kembali lockdown sehingga  meredupkan prospek perbaikan permintaan minyak.Khusus kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh stok minyak mentah Cina yang tinggi setelah negara tersebut membeli minyak mentah dalam jumlah besar di musim semi lalu, saat harga minyak mentah rendah.