m - Bank Indonesia menyatakan kedepan masih ada potensi ruang penurunan suku bunga acuan, sementara BPOM menyatakan produsen vaksin Covid-19 mancanegara sedang  mencari mitra di Indonesia untuk mendistribusikan vaksin produksinya, Kemlu memastikan Indonesia terus berjuang melawan diskriminasi maupun kampanye hitam yang dilakukan di kawasan Eropa terhadap komoditas sawit, OJK mencatat kenaikan jumlah investor reksa dana berbasis syariah yang ditenggarai akibat optimalisasi media sosial.sedangkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mencatat, hingga 17 November 2020 penerimaannya sudah mencapai Rp 175,96 triliun atau 85,55% dari target Rp 205,68 triliun1. Penurunan suku bunga masih mungkinBank Indonesia (BI) menyatakan kedepan masih ada potensi ruang penurunan suku bunga acuan, meskipun pada Kamis siang   memangkas bunga sebesar 25 basis poin dari 4% menjadi 3,75%.Bagi BI pelonggaran tingkat suku bunga acuan tetap akan melihat perkembangan dinamika ekonomi. Mulai dari ekonomi global, domestik, inflasi, hingga stabilitas sistem keuangan nasional.Namun disisi lain BI juga meminta agar pasar tidak hanya melihat pelonggaran kebijakan moneter hanya dari sisi tingkat bunga acuan saja. Sebab upaya pelonggaran juga dilakukan di sisi makroprudensial antara lain dengan memberikan suntikan likuiditas ke bank dan pasar keuangan.2. Produsen vaksin Covid-19 cari mitra di IndonesiaBadan Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM menyatakan produsen vaksin Covid-19 seperti  Pfizer, AstraZeneca, dan Sputnik sedang  mencari mitra di Indonesia untuk mendistribusikan vaksin produksinya.Menurut BPOM untuk memasukan vaksin ke Indonesia, perusahaan farmasi memerlukan izin penggunaan dari BPOM dan sebelumnya harus melengkapi data terkait mutu, kemananan, dan khasiat.Selain memberikan izin penggunaan vaksin virus corona, BPOM juga mengawal distribusinya dengan menggunakan rantai dingin supaya suhunya bisa terjaga agar mutu dan khasiat tidak berkurang mengingat vaksin buatan Pfizer memerlukan ruang penyimpanan minus 70 derajat celcius, sementara vaksin  Moderna dan Bio Farma bersama Sinovac membutuhkan ruang dingin di kisaran 2-8 derajat celcius. Distribusinya pun tidak akan sulit karena ruang penyimpanannya sama dengan jenis vaksin lainnya.3. Kemlu akan hadapi kampanye hitam terhadap sawitMenteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan Indonesia terus berjuang melawan diskriminasi maupun kampanye hitam yang dilakukan di kawasan Eropa mengingat komoditas sawit merupakan salah satu produk unggulan dan juga tulang punggung perekonomian Indonesia karena nilai ekspornya yang besar dan menjadi sumber pendapatan bagi petani-petani kecil.Kementerian Luar Negeri terus mengedepankan kolaborasi dan kerjasama dengan mitra, akan tetapi juga akan bersikap tegas terhadap kepentingan nasional, khususnya yang berkaitan dengan prinsip Indonesia.Tak hanya komoditas sawit, pemerintah terus mendukung dan mengawal berbagai komoditas unggulan Indonesia, mulai dari kopi, teh, karet serta komoditas lain.4. Jumlah investor reksa dana syariah meningkatOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya  kenaikan jumlah investor reksa dana berbasis syariah selama beberapa tahun terakhir yang dihitung berdasarkan jumlah single investor identification (SID).Pada tahun 2016 tercatat sebanyak 50 ribu investor reksa dana syariah, dan saat ini terdata lebih dari 376 ribu investor berdasarkan SID, yang kenaikannya kemungkinan berkat optimalisasi media sosial akibat adanya pembatasan sosial karena pandemi covid-19.Sementara untuk pangsa pasarnya, dana kelolaan reksa dana berbasis syariah masih lebih kecil dibandingkan dengan produk reksa dana konvensional. Berdasarkan data OJK, asset under management atau AUM reksa dana syariah hingga Oktober 2020 hanya sebesar Rp71,65 triliun, atau 13,52% dari total AUM industri reksa dana.5. Penerimaan bea cukai nyaris capai targetDirektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mencatat, hingga 17 November 2020 penerimaannya sudah mencapai Rp 175,96 triliun atau 85,55% dari target Rp 205,68 triliun sebagaimana tercantum dalam Perpres No. 72/2020.Secara rinci, penerimaan dari bea masuk tercatat sebesar Rp 28,02 triliun, atau  88,02% dari target Rp Rp 31,83 triliun, sementara dari cukai terealisasi Rp 144,85 triliun atau 84,12% dari target Rp 172,19 triliun, dan dari bea keluar tercatat Rp 3,08 triliun, atau 186,64% dari target Rp 1,65 triliun yang dibantu kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO).