m - Presiden Joko Widodo menilai fintech sudah memberi kontribusi positif bagi ekonomi nasional dengan memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan, sementara Bank Indonesia (BI) menunjukan kinerja penjualan eceran masih terkontraksi pada September 2020 yang tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang minus 8,7%, sedangkan terkait turunnya tren pendanaan untuk startup di Indonesia pada 2020 disebabkan oleh para investor yang mengambil sikap wait and see, PT AirAsia Indonesia Tbk. mengalami penurunan jumlah penumpang 96% pada kuartal III-2020 dibandingkan dengan pada kuartal III-2019, disisi lain PT  Bank Mega Tbk  (JK:MEGA) meraih laba bersih Rp 1,76 triliun untuk periode Januari-September 2020, naik 27,76% secara year on year, di kala bank lain mengalami penurunan laba.Inilah sejumlah berita ekonomi dan bisnis yang menjadi sorotan di hari Rabu.1. Jokowi apresiasi kontribusi fintech bagi ekonomi nasionalPresiden Joko Widodo menyebut fintech sudah memberi kontribusi positif bagi ekonomi nasional khususnya memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan.Layanan fintech dinilai terus berkembang dan turut berkontribusi dalam penyaluran pinjaman nasional yang mencapai angka Rp 128,7 triliun atau meningkat 113% dari tahun sebelumnya.Hingga September 2020 terdapat 89 penyelenggara fintech yang berkontribusi sebesar Rp 9,87 triliun pada transaksi layanan jasa keuangan Indonesia, sementara sebanyak Rp 15,5 triliun disalurkan penyelenggara fintech equity crowdfunding berizin.Namun Presiden mengingatkan perkembangan teknologi di sektor keuangan juga menimbulkan beberapa potensi risiko seperti kejahatan cyber, misinformasi, dan transaksi error, serta penyalahgunaan data pribadi.2. Penjualan eceran masih terkontraksi di bulan SeptemberData yang dirilis Bank Indonesia (BI) menunjukan kinerja penjualan eceran masih terkontraksi pada September 2020 yang tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang minus 8,7% secara tahunan.Namun BI menilai meski terjadi kontraksi tapi sudah membaik dari bulan Agustus 2020, yang minus 9,2% secara tahunan. Perbaikan terjadi pada sebagian besar kelompok komoditas yang dipantau seperti kelompok makanan, minuman dan tembakau yang tercatat tumbuh positif dalam dua bulan terakhir, serta perbaikan pada sub kelompok sandang dan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor.Dari sisi harga, tekanan inflasi diperkirakan meningkat pada Desember 2020 yang terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Desember yang sebesar 142,5 atau lebih tinggi dari IEH sebelumnya yang sebesar 132,5.3. Investasi startup turun di 2020BRI (JK:BBRI) Ventures menilai tren pendanaan atau kesepakatan investasi untuk startup di Indonesia pada 2020 mengalami penurunan, yang disebabkan penundaan karena dipicu perlambatan ekonomi global yang mengakibatkan para investor mengambil sikap wait and see.Namun Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna internet tertinggi di Asia tenggara, tetap menjadi target pengembangan bisnis startup.Sepanjang semester I-2020, sebanyak 80 kesepakatan investasi dicapai, yang turun dibandingkan realisasi kesepakatan investasi pada periode yang sama di 2019, ketika itu sebanyak 86 investasi.4. Jumlah penumpang AirAsia anjlok 96%PT AirAsia Indonesia Tbk. mengalami penurunan  jumlah penumpang sebesar 96% pada kuartal III-2020 menjadi 73.905 penumpang dibandingkan dengan pada kuartal III-2019 yang mencapai 2,04 juta.Selain itu, tingkat keterisian atau load factor juga turun menjadi 49%, padahal di kuartal yang sama tahun lalu, load factornya mencapai 85%.Namun dari segi jumlah penumpang pada kuartaL III-2020, telah mengalami pertumbuhan 1.802% dibandingkan dengan kuartal II-2020.PT AirAsia Indonesia Tbk. mengoperasikan 12 rute yang meliputi 5 rute internasional yaitu Kuala Lumpur-Jakarta, Surabaya-Kuala Lumpur, Kualanamu-Kuala Lumpur, Penang-Kualanamu dan Kuala Lumpur-Lombok.5. Bank Mega raih laba Rp 1.76 triliun ditengah pandemiPT Bank Mega Tbk (MEGA) meraih laba bersih Rp 1,76 triliun untuk periode Januari-September 2020, naik 27,76% secara year on year, di kala bank lain mengalami penurunan laba.Sejumlah strategi diterapkan Bank Mega untuk menaikan laba melalui upaya  meningkatkan pendapatan, baik pendapatan bunga maupun fee based income dan disaat bersamaan harus menurunkan biaya, yakni biaya bunga atau cost of fund dan biaya operasional.Secara rinci, peningkatan laba ditopang pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang menembus Rp 2,97 triliun, naik Rp 227 miliar, sementara fee based income (FBI) Bank Mega tumbuh 3,1% atau Rp 49 miliar menjadi Rp 1,64 triliun.