m - Presiden Joko Widodo siap dirinya menjadi yang pertama disuntik vaksin Covid-19 di Indonesia bila hal tersebut merupakan keputusan tim penanganan Covid-19, sementara survei Bank Indonesia mengindikasikan kebutuhan pembiayaan korporasi pada Oktober 2020 meningkat, namun banyak pelaku usaha enggan meminjam ke perbankan, tiga nama marketplace mulai 1 Desember 2020 memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% yakni Bukalapak, Tokopedia, dan Zalora, PT Telekomunikasi Indonesia menyuntik investasi senilai  US$150 juta atau sekitar Rp2,10 triliun rupiah kepada Gojek, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan meluncurkan Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) yang bertujuan mempercepat proses pengaduan dan penyelesaian sengketa nasabah sektor jasa keuangan perbankan, asuransi, leasing, teknologi finansial, pasar modal.1. Jokowi siap jadi yang pertama disuntik vaksinPresiden Joko Widodo siap dirinya menjadi yang pertama disuntik vaksin Covid-19 di Indonesia bila hal tersebut merupakan keputusan tim penanganan Covid-19, seperti disampaikan Jokowi dalam wawancara khusus dengan Rosiana Silalahi untuk program Kompas TV Selasa (17/11).Menurut Jokowi vaksin Covid-19 akan datang ke Indonesia pada akhir November 2020, namun tidak langsung disuntikkan kepada masyarakat tetapi harus lulus rangkaian uji yang dibuat oleh badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sesuai dengan standar World Health Organization (WHO)., yang prosesnya butuh waktu tiga minggu hingga satu bulan sehingga vaksin bisa disuntikkan pada akhir tahun atau awal tahun depan.Pada gelombang pertama yang akan disuntik vaksin nantinya adalah tenaga kesehatan, TNI dan Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melayani publik dan juga guru.2. Pelaku usaha masih enggan pinjam ke perbankanSurvei Bank Indonesia mengindikasikan kebutuhan pembiayaan korporasi pada Oktober 2020 meningkat, namun banyak pelaku usaha yang masih enggan menambah pinjaman ke perbankan.Sektor swasta yang kebutuhan pembiayaannya meningkat antara lain sektor konstruksi, transportasi dan pergudangan, dan informasi dan komunikasi yang ditujukan untuk mendukung aktivitas operasional, membayar kewajiban yang jatuh tempo, dan mendukung pemulihan setelah era normal baru.Sebanyak 48,2% responden yang  menjawab bahwa kebutuhan pembiayaan meningkat akan memenuhinya dari dana sendiri, sementara 13,3% menambah pinjaman ke perbankan, dan 12% menarik pinjaman atau utang dari perusahaan induk.Dari responden yang menggunakan dana sendiri, sebanyak 68,8% menyatakan  karena kemudahan dan kecepatan memperoleh dana, sedangkan 16,7% beralasan untuk mengoptimalisasi fasilitas eksisting.Sedangkan untuk responden yang memilih memenuhi kebutuhan dana melalui perbankan sebanyak 50% didorong faktor kemudahan dan kecepatan perolehan dana, sedangkan 18,8% oleh biaya suku bunga yang lebih murah.3. Marketplace lokal mulai pungut PPN 1 Desember 2020Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengumumkan tiga nama marketplace yang mulai 1 Desember 2020 memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% yakni Bukalapak, Tokopedia, dan Zalora yang dinilai sudah memenuhi kriteria sebagai pemungut PPN atas barang dan jasa digital yang dijual.Namun ditegaskan bahwa marketplace yang merupakan wajib pajak dalam negeri yang ditunjuk sebagai pemungut PPN, hanya dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut.Jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10% dari harga sebelum pajak, dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN.Sebelumnya sejumlah perusahaan sudah ditetapkan berstatus sebagai pemungut PPN, yaitu Blibli.com, Lazada, Valve Corporation (Steam), beIN Sports Asia Pte Limited, Cleverbridge AG Corporation, Hewlett-Packard Enterprise USA, dan Softlayer Dutch Holdings B.V. (IBM).4. Telkom suntik dana ke GojekPT Telekomunikasi Indonesia (Persero) (JK:TLKM) Tbk. menyuntik investasi senilai  US$150 juta atau sekitar Rp2,10 triliun rupiah kepada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) alias Gojek.Rencananya Gojek akan memanfaatkan kucuran dana ini untuk memperkuat layanan digital, mendorong inovasi dan produk baru, serta meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).Investasi terbaru dari Telkomsel ke Gojek  merupakan perluasan dari kolaborasi kedua perusahaan sejak 2018 yang menawarkan paket data terjangkau kepada mitra driver Gojek.Dan selanjutnya sedang disiapkan berbagai peluang kolaborasi lainnya yang memanfaatkan skala gabungan dari kedua perusahaan sehingga dapat menjangkau jutaan masyarakat Indonesia.5. OJK akan rilis aplikasi perlindungan konsumenOtoritas Jasa Keuangan (OJK) akan meluncurkan Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) pada 1 Januari 2021 yang bertujuan mempercepat proses pengaduan dan penyelesaian sengketa nasabah sektor jasa keuangan perbankan, asuransi, leasing, teknologi finansial, pasar modal dan pelaku jasa keuangan lainnya di bawah pengawasan OJK.Nantinya aplikasi ini akan terintegritasi dengan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) guna mempercepat proses pengaduan dari konsumen langsung ke pelaku sektor keuangan.Untuk LAPS sendiri semakin menjadi kebutuhan mendesak karena saat ini produk jasa keuangan banyak yang hybrid. Misalnya perbankan ada asuransinya, asuransi ada investasinya.Lembaga direncanakan beroperasi di penghujung 2020 dan nantinya setelah masyarakat mengadu ke OJK, regulator akan memediasi dengan pelaku jasa keuangan jika setelahnya masih tidak puas, maka masyarakat bisa menempuh jalur hukum atau meminta bantuan kepada lembaga penyelesaian sengketa.