COVID-19, Doni Monardo mengatakan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI Jakarta tercatat pada 1 November hingga hari ini kembali mengalami kenaikan.“Kita lihat pada periode 2 bulan yang lalu, ketika pemerintah DKI mengumumkan pada tanggal 9 September tentang perubahan PSBB dari PSBB transisi ke PSBB yang diketatkan, padahal saat itu ruang ICU di Jakarta telah mencapai lebih dari 83%. Sementara itu ruang isolasi di rumah sakit Wisma Atlet pun telah mencapai mendekati 90%,” ungkap Doni dalam konferensi pers Perkembangan Terkini Penanganan COVID-19 dari Media Center Satgas COVID-19 Graha BNPB Jakarta.ÂBaca Juga: Massa Habib Rizieq Kerap Langgar Prokes, Satgas Minta Anies Jalankan Aturan yang Dibuat Sendiri“Kemudian, bapak Presiden menugaskan para Menko, para menteri terutama menteri kesehatan dan Satgas untuk bisa meningkatkan upaya dalam bidang kesiapan rumah sakit. Alhamdulillah tingkat ICU yang tadinya sangat tinggi akhirnya mengalami penurunan,” sambung Doni.Doni mengatakan pada tanggal 1 November persentase tempat tidur isolasi di DKI berada pada posisi relatif rendah yaitu 50%. Namun dan dua minggu terakhir mengalami peningkatan sampai dengan angka 63%.“Demikian juga tempat tidur ICU di rumah sakit rujukan di Jakarta sempat pada tanggal 1 November berada pada posisi 58%. Namun hari ini telah mengalami peningkatan sampai dengan angka 68%,” katanya.Demikian juga Rumah Sakit Wisma Atlet, kata Doni, pada periode 1 November berada pada posisi 32,68%, namun pada hari ini naik ke posisi 50,76%.“Demikian juga Tower 4 dan 5 yang telah kita aktifkan pada pertengahan September yang lalu untuk menampung pasien OTG atau orang tanpa gejala sempat mengalami peningkatan, tetapi beberapa hari yang lalu mengalami penurunan yaitu sampai posisi 20,47%. Dan pada hari ini 14 November naik ke posisi 21,50%.”Saat ini, lanjut Doni masih ada 334 orang tanpa gejala yang dirawat di hotel isolasi.“Namun demikian masih terdapat sejumlah hotel yang juga merawat pasien OTG sebanyak 334 orang,” kata Doni.“Oleh karenanya kita semua harus betul-betul bisa bekerjasama. Kita semua harus betul-betul bisa saling bahu-membahu, saling membantu dalam menerapkan protokol kesehatan,” ajak Doni.Dia menambahkan Satgas berharap seluruh komponen masyarakat didukung oleh para relawan dan juga TNI-Polri bisa melakukan berbagai langkah dan upaya melalui imbauan melalui berbagai macam kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran kolektif, agar upaya-upaya patuh kepada protokol kesehatan betul-betul bisa dilaksanakan.Penulis: RedaksiEditor: Muhammad SyahriantoFoto: BNPB