menjadi mata uang paling terpuruk di tingkat regional maupun global. Secara perlahan, rupiah nyaris mendorong dolar AS hingga ke bawah Rp14.700-an pada Selasa, 20 Oktober 2020 siang.Baca Juga: Bursa Berdarah-Darah, Saham Perusahaan Milik Taipan Kiki Barki Liar Bukan Kepalang!Dilansir dari RTI, koreksi rupiah menipis hingga menjadi -0,03% ke level Rp14.715 per dolar AS. Bahkan, jika sebelumnya terjajah, kini rupiah balik menjajah tiga mata uang global lainnya sekaligus. Alhasil, rupiah unggul terhadap dolar Australia (0,42%), poundsterling (0,20%), dan euro (0,06%).ÂBaca Juga: Sri Mulyani Kasih Kabar Bahagia, Rupiah Justru Ambruk Gak Kira-Kira!Sementara itu, pergerakan rupiah di Asia terpantau variatif dengan kecenderungan menguat. Sang Garuda saat ini berotot di hadapan baht (0,32%), ringgit (0,20%), yen (0,09%), yuan (0,05%), dan ringgit (0,03%). Selebihnya, rupiah tertekan oleh dolar Taiwan (-0,87%), dolar Hong Kong (-0,11%), won (-0,08%), dan dolar Singapura (-0,06%).Asal tahu saja, mayoritas mata uang regional tengah ambruk melawan dolar AS, seperti baht, yen, dolar Hong Kong, dan yuan. Hanya ada dolar Taiwan, dolar Singapura, dan won yang berhasil unggul terhadap mata uang Paman Sam itu.Penulis/Editor: Lestari NingsihFoto: Akbar Nugroho Gumay