mar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan kenapa UU Cipta Kerja perlu didorong kala pandemi covid-19 dan ia juga memperkirakan ekonomi Indonesia akan membaik pada tahun 2021.Dikutip dari Tempo (JK:TSPC) Senin (19/10), Rosan mengatakan banyak negara sudah melakukan reformasi struktural. Ia mencontohkan Malaysia yang memulai sejak 2010 dan Thailand sejak 2015. Ia menilai apabila Indonesia tidak juga melakukan reformasi struktural maka selepas pandemi Covid-19 investor tetap tak menanamkan modalnya.Padahal, lanjut dia, di tengah pandemi negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang sudah meminta para pengusahanya yang memiliki bisnis di Cina untuk keluar dari sana.Berdasarkan data Kadin, setidaknya ada seribu perusahaan dari negeri Abang Sam yang akan hijrah dari Cina. Bahkan, Jepang pun, menurut Rosan, menyiapkan insentif sekitar Rp 2 triliun bagi perusahaan asal negaranya untuk keluar dari Cina.Berdasarkan survei berbagai lembaga, negara yang menjadi sasaran relokasi salah satunya Asia Tenggara. Karena itu, menurut dia, kalau Indonesia tidak melakukan reformasi struktural maka akan ketinggalan lagi.Rosan mengatakan keberadaan omnibus law menjadi penting untuk membuat Indonesia lebih kompetitif dibanding negara tetangga dan ujung-ujungnya bisa menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.Sementara itu mengutip Katadata Minggu (18/10), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi perekonomian nasional mulai membaik pada tahun depan. Hal tersebut sejalan dengan adanya perkembangan ketersediaan vaksin virus corona sehingga mereduksi ketidakpastian usaha.Kendati pulih bertahap, ketersediaan vaksin diharapkan bisa membantu pengusaha. Pasalnya, faktor ketidakpastian menjadi musuh utama pengusaha dalam merencanakan dan menjalankan bisnisnya.Seperti diketahui pada kuartal II, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi 5,2%. Sedangkan, pada kuartal III Kadin memprediksi pertumbuhan ekonomi bakal mencapai antara -2 sampai -3%. Namun, pada kuartal IV 2020 kontraksi pertumbuhan ekonomi diprediksi sedikit membaik.Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani, pada kuartal II 2020, perekonomian Indonesia sudah menyentuh level terendah. Situasi ini juga membuat para pelaku usaha dalam posisi bertahan.Untuk bertahan, pelaku usaha melakukan perputaran bisnis sekitar 40-50%. Sedangkan pengusaha lain bertahan dengan cara efisiensi di segala lini.Lebih lanjut melansir Kabarbisnis.com Senin (19/10), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi kondisi perekonomian nasional bakal membaik pada 2021.Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, hal tersebut bisa terjadi lantaran basis perekonomian nasional sudah rendah pada 2020.Selain itu, kehadiran vaksin Covid-19 turut memberikan angin segar untuk perekonomian nasional pada 2021.Menurut dia, pada kuartal II/2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi hingga 5,3%.Sementara itu, dia memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2020, bakal berkisar di angka minus 2 sampai dengan minus 3%.