os dituding telah melakukan monopoli bisnis dan menjadikan Amazon sebagai perusahaan yang memiliki kekuatan dominan di pasar ritel online AS. Dalam laporan yang dikabarkan CNBC International di Jakarta, Rabu (7/10/2020) Amazon memiliki kekuatan pasar yang signifikan dan tahan lama di pasar ritel online AS, dengan pangsa pasar yang jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan.Dalam laporan itu juga menyenggol Google dan Facebook. Anggota parlemen berpendapat bahwa Amazon menjadi dominan di pasar ritel online sehingga memiliki kekuatan monopoli atas penjual pihak ketiga di pasarnya.Baca Juga: Kacau! 19.000 Karyawan Orang Terkaya Dunia Positif Covid-19, Jeff Bezos Gimana Sih?Laporan tersebut merekomendasikan berbagai solusi, termasuk memecah unit bisnis yang berbeda dan memaksa perusahaan untuk membuktikan bahwa merger akan pro-kompetitif sebelum memungkinkan mereka untuk menyimpulkan.Dalam kasus Amazon, perusahaan dapat diminta untuk memisahkan situs e-niaga inti dari pasar pihak ketiga tempat vendor menjual produk mereka, dan dari layanan komputasi awan Amazon Web Services.Laporan komite mengatakan Amazon kemungkinan menguasai sekitar 50% atau lebih pasar ritel online AS, yang lebih tinggi dari perkiraan peneliti eMarketer sebesar 38%.Anggota parlemen lainnya mengatakan Amazon telah menahan persaingan di bidang lain selain ritel. Mereka menyimpulkan bahwa peran Amazon sebagai penyedia dominan layanan komputasi awan dan kekuatannya di pasar lain menciptakan konflik kepentingan bahwa Amazon memiliki insentif dan kemampuan untuk mengeksploitasi.Selain itu, Amazon juga mengoperasikan lebih dari 150 gudang, pusat penyortiran dan stasiun pengiriman, bersama dengan jaringan pesawat, van, dan jasa driver pengiriman barang terkontrak yang luas.Kombinasi ini telah memungkinkan Amazon untuk mengirimkan produk dalam jumlah yang semakin banyak, menyaingi UPS dan FedEx. Amazon dianggap sebagai salah satu dari beberapa penghalang masuk bagi pesaing.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: VOX