ont Pembela Islam (FPI)-nya telah mewarnai panggung politik di Tanah Air. FPI dengan slogan amar ma’ruf nahi mungkar lebih dikenal sebagai kelompok Islam berpandangan radikal. Anggapan itu semakin mendapat pembenaran ketika banyak anggotanya kerap melakukan sweeping atau penyerbuan. Baca Juga: Hati-Hati Yah! Ini yang Terjadi Kalau Kepulangan Rizieq Shihab DipersulitYang menjadi sasaran biasanya tempat-tempat judi, prostitusi, tempat minuman keras dan sejenisnya. Tak pelak, pandangan stereotip bahwa FPI adalah radikal dan anarkistis makin menancap di benak masyarakat. Maka, jangan heran kalau tak sedikit orang mengkhawatirkan kepulangannya dari Arab Saudi pada 10 November nanti bakal membuat FPI makin arogan.Baca Juga: Hati-Hati Yah! Ini yang Terjadi Kalau Kepulangan Rizieq Shihab DipersulitHabib Rizieq yang didaulat sebagai imam besar FPI sendiri tak menampik perilaku anggotanya tersebut. Tetapi ada argumen dan alasan di baliknya. ”Saya tidak pernah mengatakan anggota FPI itu suci, tidak salah,” kata Habib Rizieq dalam video pengajian di Jakarta yang diunggah akun youtube Imam S, empat tahun silam.Menurut dia, anggota FPI banyak tersebar di berbagai daerah. Mereka memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda. ”Anggota di daerah ada yang berpendidkikan dan ada yang tidak berpendidikan. Yang berpendidikan gampang mengaturnya, yang tidak berpendidikan susah membinanya,” jelas dia.Ibarat petasan, Habib Rizieq menyebut mereka yang tidak berpendidikan ada sumbunya panjang sehingga meletusnya lama. Tapi ada yang sumbunya pendek, sehingga disundut sedikit langsung meledak. ”Tetapi FPI tetap membina mereka semua,” kata Habib Rizieq.Di hadapan para anggota FPI, Habib Rizieq menegaskan telah mempersilakan polisi memproses anggota FPI yang melanggar hukum, termasuk pengurus, sesuai hukum yang berlaku. ”Kita tidak pernah akan membela dan melindungi orang yang salah,” tegas dia.Sebaliknya, Habib Rizieq hanya menuntut sedikit keadilan. Apa itu? Opini berimbang mengenai sepak terjang FPI. ”Memang benar FPI menyerbu arena biliar, tapi jelaskan juga di sana ada judi, prostitusi, dan ekstasi. Kalau penyerbuan FPI ditulis besar-besar, kenapa aksi kemanusiaan anggota-anggota FPI setelah tsunami Aceh misalnya, tidak ada yang menulis?” katanya.Penulis: RedaksiEditor: Vicky FadilFoto: Reuters/Darren Whiteside