2020, harga beberapa komoditas produk pertambangan menunjukkan tren yang positif yang terus berlanjut di tengah pandemi Covid-19.Hal ini terjadi karena harga beberapa komoditas produk pertambangan mengalami kenaikan yang cukup signifikan akibat naiknya permintaan dan penawaran di pasar global. Kondisi itu memengaruhi penetapan Harga Pasokan Ekspor (HPE) produk bertambangan yang terkena Bea Keluar (BK) periode Desember 2020, sesuai Permendag No. 96/2020.“HPE produk pertambangan periode Desember 2020 mengalami fluktuasi, di antaranya komoditas  konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat timbal, konsentrat seng,  konsentrat pasir besi, konsentrat ilmenite dan bauksit yang telah dilakukan pencucian mengalami  kenaikan dibandingkan periode bulan lalu.Baca Juga: IHSG Merah di Pembukaan, Analis: Perhatikan Saham TLKM (JK:TLKM), UNVR (JK:UNVR), dan ....Baca Juga: 5 Jurus Jitu Pulihkan Ekonomi Ala Bank Indonesia Jawa TimurHarga beberapa komoditas produk pertambangan yang mengalami kenaikan dikarenakan adanya permintaan dunia yang meningkat. Untuk komoditas  konsentrat rutil mengalami penurunan harga, sedangkan untuk konsentrat mangan dan pellet  konsentrat pasir besi tidak mengalami perubahan,” jelas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi.ÂDidi menerangkan, tren HPE produk pertambangan selama tahun 2020 sebagian besar produk  pertambangan yang dikenakan BK menunjukkan tren positif. Produk pertambangan yang  mengalami tren positif yaitu produk konsetrat besi naik sebesar 3,92%; konsetrat tembaga naik  sebesar 2,22%; konsetrat seng naik sebesar 1,52%; konsetrat mangan naik sebesar 1,48%; konsetrat  ilmenit naik sebesar 0,99%; bauksit yang telah dilakukan pencucian naik sebesar 0,39%. Namun, ada  juga produk pertambangan yang dikenakan BK mengalami tren negatif selama 2020, yaitu konsetrat  rutil turun sebesar 1,97% dan konsetrat timbal turun sebesar 0,20%.ÂSejumlah produk pertambangan yang kena BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi,  konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan,  konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah  dilakukan pencucian.ÂPerhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat  pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal  dan Iron Ore Fine Australian. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi,  konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode Desember 2020, yakni:Sedangkan produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat rutil (TiO2 ? 90%) dengan harga rata-rata USD 848,29/WE atau turun sebesar 0,02%. ÂSementara itu, konsentrat mangan (Mn ? 49%) dengan harga rata-rata sebesar USD 213,63/WE dan  pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ? 54) dengan harga rata-rata USD  117,98/WE tidak mengalami perubahan.ÂMenurut Didi, HPE periode Desember 2020 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai  masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait. Penulis: ***Editor: Tanayastri Dini IsnaFoto:  Kapuas Prima Coal  (JK:ZINC)