erimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dari platform digital seperti Netflix, Amazon, Google, Spotify dan lainnya tercatat mencapai Rp 297 miliar, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI menyampaikan.Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kemenkeu Suryo Utomo mengatakan besaran penerimaan tersebut berasal dari 16 subjek pajak luar negeri (SPLN) yang telah ditunjuk untuk memungut, menyetor, dan melapor PPN di massa pajak Agustus-September 2020 sebagaimana yang dikutip dari Kontan Selasa (24/11).Jumlah tersebut meningkat Rp 200 miliar jika dibandingkan dengan setoran PPN PMSE pertama sebesar Rp 97 triliun dari enam SPLN untuk massa pajak Agustus 2020.Suryo mengatakan, harapan besar, penerimaan PPN di PMSE akan terus bertambah di sisa akhir tahun ini. Suryo bilang pada November total akan ada 24 SPLN yang menyetor PPN dan 36 SPLN pada Desember 2020.Lebih lanjut seperti dilansir Detik Finance Senin (23/11), kenaikan yang cukup signifikan itu disebabkan utamanya oleh PMSE yang ditunjuk sebagai pemungut PPN semakin banyak. Untuk di bulan November, PMSE yang ditunjuk menjadi 24 platform, atau bertambah 8 platform dari bulan Oktober 2020. Lalu, di Desember juga akan bertambah lagi.Namun, untuk nominal tambahannya, menurut Suryo tergantung dengan besaran transaksi pengguna Netflix cs itu sendiri.Sebagai informasi, berikut daftar beberapa platform digital yang memungut PPN bagi penggunanya untuk November, ada delapan perusahaan yaitu Alibaba Cloud (Singapore) Pte Ltd; GitHub, Inc; Microsoft (NASDAQ:MSFT) Corporation; Microsoft Regional Sales Pte. Ltd; UCWeb Singapore Pte. Ltd; To The New Pte. Ltd; Coda Payments Pte. Ltd; dan Nexmo Inc.