pajak baru pada orang-orang terkaya untuk membayar pasokan medis dan tindakan bantuan di tengah pandemi virus corona. Senator Argentina mengeluarkan kebijakan ini berdasarkan suara terbanyak yakni 42 banding 26 suara.Dilansir dari BBC International di Jakarta, Senin (7/12/2020) orang yang memiliki aset kekayaan sekitar USD2,5 juta atau sekitar Rp35 miliar wajib membayar pajak tersebut yang akan digunakan untuk pasokan medis dan bantuan pandemi Covid-19. (kurs Rp14.100)ÂArgentina telah mencatat hampir 1,5 juta infeksi dan hampir 40.000 kematian akibat virus corona. Sebanyak 12 ribu orang kaya di negara tersebut diwajibkan membayar pajak yang dijuluki 'pajak jutawan' ini.Baca Juga: Elon Musk Mau Pindah Rumah demi Selamatkan Diri dari Pajak Orang KayaArgentina telah terpukul keras oleh pandemi dan menjadi negara kelima di dunia yang melaporkan satu juta kasus yang dikonfirmasi pada bulan Oktober. Padahal, Argentina hanya memiliki populasi sekitar 45 juta orang, menjadikannya negara terkecil pada saat itu yang melampaui angka tersebut.Langkah-langkah penguncian yang dilakukan Argentina justru semakin merusak ekonomi yang berjuang dengan pengangguran, tingkat kemiskinan yang tinggi dan hutang pemerintah yang besar. Argentina telah mengalami resesi sejak 2018.Salah satu penulis undang-undang ini mengatakan bahwa kebijakan tersebut hanya akan mempengaruhi sekitar 0,8% pembayar pajak. Orang kaya argentina akan membayar tarif 3,5% untuk kekayaan Argentina dan 5,25% untuk kekayaan di luar negeri.Kantor berita AFP melaporkan bahwa dari uang yang terkumpul, 20% akan digunakan untuk persediaan medis, 20% untuk bantuan untuk usaha kecil dan menengah, 20% untuk beasiswa bagi pelajar, 15% untuk perkembangan sosial, dan 25% sisanya untuk bantuan alam dan gas.Presiden Alberto Fernandez berharap dapat mengumpulkan 300 miliar peso. Tetapi kelompok oposisi khawatir hal itu akan membuat investor asing patah semangat, dan itu tidak akan menjadi pajak satu kali.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: Unsplash/ Fernando Tavora