an fenomena kolaborasi teknologi cyber dan teknologi otomatisasi. Hal tersebut menambah nilai efisiensi kebutuhan industri saat ini. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kita harus mampu menguasai teknologi dan juga beradaptasi dalam penggunaannya. Dalam revolusi industri 4.0, kemajuan paling pertama yang dapat dirasakan adalah “internet of things” (IoT). Nantinya, IoT dapat menghubungkan data diri dan meningkatkan kemampuan koneksi tiap- tiap individu.Elita Chandra, M.M, Digital Marketing Lecturer i3l School of Business (iSB) menyatakan iSB dan Kalbis Institute, menyelenggarakan kompetisi “Social Media Tournament” untuk  meningkatkan kemampuan siswa dan siswi SMA di Indonesia dalam menghadapi revolusi Industri ini serta mempertajam kemampuan Digital Marketing mereka khususnya di bidang Social Media Marketing. Perlombaan ini menggunakan Software Mimic Social berbasis simulasi yang dikembangkan oleh Stukent Inc.,yang berlokasi di Idaho, Amerika Serikat.“Dengan menggunakan software ini, para peserta melakukan simulasi social media sebuah perusahaan, dimana mereka harus menentukan berbagai macam keputusan dalam Social Media Marketing. Selain itu mereka juga belajar untuk menganalisa metriks dari tiap rondeyang mereka jalankan,”  kata Elita.Baca Juga: KOL Stories x Denny Santoso: Updating Digital Marketing Strategy in Uncertain TimesÂTotal  (PA:TOTF) peserta yang mendaftar pada perlombaan ini berjumlah 32 tim, dengan kategori SMA dan SMK. Pelaksanaan Social Media Tournament sendiri terbagi menjadi tiga tahap, yakni awal, seleksi semifinal dan final.  Terdapat 8 tim yang lolos ke babak Final meliputi, SMA Xaverius 1 Palembang, SMA Pelita Bangsa Cirebon, SMA Yakobus, SMKN 1 Bekasi, SMA Golden Gate, SMAK Penabur Cirebon, SMA Dharma Loka, dan SMA Regina Pacis Bogor.Berdasarkan keputusan pemenang di seleksi final, ada tiga tim yang menang. Juara pertama diraih oleh SMA Xaverius 1 Palembang, Juara 2 dan 3 diraih oleh SMA Pelita Bangsa Cirebon. Salah satu Pemenang, Michael Vincetius dari SMA Xaverius 1 Palembang menyatakan bahwa selama kompetisi ini ia belajar banyak mengenai social media marketing. Mulai dari pengetahuan target pasar, jenis iklan yang dapat diimplementasikan dan juga waktu yang tepat untuk mengiklankan suatu produk.“Walaupun kompetisi ini bersifat simulasi, saya merasa tertantang karena disini saya belajar bagaimana saya harus memaksimalkan dana yang diberikan terhadap platform social media yang akan digunakan untuk mencapai target pasar yang diinginkan”, ungkapnya.Baca Juga: 4 Tantangan Besar dalam Digital MarketingLomba ini diharapkan mampu menjadi pionir bagi dunia pendidikan untuk bisa bersinergi dengan beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan serta kecakapan dari para siswa siswi SMA maupun mahasiswa, sehingga mereka memiliki kemampuan yang cukup.Elita menjelaskan sebagai bentuk apresiasi dari kompetisi ini masing-masing peserta mendapatkan sertifikat, dan uang tunai sebesar Rp 10 juta bagi juara pertama, Rp 7.5 juta bagi juara kedua, dan Rp 5 juta bagi juara ketiga.ÂSelain itu, hal ini menjadi bukti i3L School of Business (iSB) dan Kalbis Institute untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0, yang mana sekarang hampir semua lini bisnis menggunakan strategi digital dalam menjalankan usahanya. Sehingga perlu bagi putra dan putri Indonesia memiliki kemampuan bisnis, khususnya pada digital marketing sebagai upaya pembangunan ekonomi kedepannya.Penulis/Editor: Annisa NurfitriyaniFoto: Ist