dari keterpurukan yang menjeratnya selama beberapa hari terakhir. Mata uang Paman Sam itu pun kembali momok bagi hampir semua mata uang, termasuk dolar Australia, euro, poundsterling, dolar New Zealand, dolar Kanada, yuan, won, dolar Singapura, dan baht.Baca Juga: Perusahaan Migas Konglomerat Bakrie Ibarat Ketiban Durian Runtuh: Cuan, Cuan, Cuan!Meskipun begitu, dolar AS belum cukup mampu untuk menumbangkan nilai tukar rupiah, si mata uang paling perkasa di Asia dan dunia. RTI mencatat, rupiah agresif menekan dolar AS dengan apresiasi nyaris 1% dan menguat ke level Rp14.761 per dolar AS pada Rabu siang tadi.Baca Juga: Parah!  Disney  (NYSE:DIS) PHK Besar-Besaran, Manajemen: 28.000 Karyawan Akan Dipecat!Sampai dengan saat ini, rupiah mempertahankan apresiasi setinggi 0,87% ke level Rp14.772 per dolar AS. Bukan cuma itu, dolar Australia juga dibuat bertekuk lutut di hadapan rupiah sebesar 1,12%. Dua mata uang Eropa pun sama, di mana rupiah unggul 1,00% atas poundsterling dan 0,94% atas euro.Di tingkat regional, rupiah memimpin mata uang Asia. Sang Garuda unggul terhadap baht (1,12%), ringgit (0,84%), dolar Singapura (0,76%), dolar Hong Kong (0,73%), won (0,71%) yuan (0,69%), yen (0,59%), dan dolar Taiwan (0,39%).Penulis/Editor: Lestari NingsihFoto: Sigid Kurniawan