us Harimurti Yudhoyono (AHY), meminta maaf kepada buruh dan pekerja atas kegagalan partainya untuk membendung Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker), yang telah disahkan, Senin (5/10) sore.“Saya mohon maaf pada masyarakat Indonesia, khususnya buruh dan pekerja, karena kami belum cukup suara untuk bisa memperjuangkan kepentingan rakyat. Insyaallah kita terus memperjuangkan harapan rakyat.” kata AHY. Baca Juga: RUU Ciptaker Disahkan, Eh Mas AHY Langsung Minta Maaf, Kenapa Ya?Terkait itu, Pegiat media sosial, Denny Siregar turut menyentik sikap Demokrat. Menurutnya, sikap AHY tersebut persis seperti ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Baca Juga: AHY Tunjuk Wasekjen Demokrat Pimpin Tim Pemenangan...“Mirip bokapnya kalau main drama ya.” cuitnya dalam akun Twitternya, Selasa (6/10/2020).Lanjutnya, ia mengatakan bahwa di negara maju, tenaga kerja sangat mahal. Sehingga pengusaha pindahkan pabriknya ke negara yang lebih murah. Terjadilah PHK besar-besaran.Bahkan, ia mengatakan Presiden Jokowi berusaha menerbitkan buruh dan pekerja dengan Omnibus Law. “Jokowi lagi usaha bagaimana buruh dapat kerjaan dengan terbitkan Omnibus Law. Eh, ada aja yang ga sadar. Malah mogok ga jelas, ” cuitnya.Berikut poin-poin UU Cipta Kerja yang disorot Buru.- Upah Minimum Penuh Syarat- Pesangon Berkurang- Kontrak Kerja Tanpa Batas Waktu- Outsourcing Seumur Hidup- Dapat Kompensasi Minimal 1 Tahun- Waktu Kerja yang Berlebihan- Hak Upah Cuti yang Hilang Penulis: RedaksiEditor: Vicky FadilFoto: Twitter/dennysiregar7