com - Saham dibuka lebih rendah karena rekor baru jumlah pasien rawat inap melanda AS dan New York City menutup sekolah umum. Data klaim pengangguran dirilis hari ini, termasuk dua survei regional dari Federal Reserve. Turki menaikkan suku bunga secara dramatis untuk menghentikan penurunan lira, sementara Indonesia memangkasnya ke rekor terendah baru. Minyak turun karena laporan keluhan di antara para anggotanya pada kuota produksi saat ini. Inilah yang perlu Anda ketahui di pasar keuangan pada hari Kamis, 19 November.1. Jumlah virus melonjak; New York menutup sekolahAS melewati lebih dari 250.000 kematian akibat Covid-19 ketika kota dan negara bagian di seluruh negeri bergerak untuk memperketat pembatasan pertemuan dan kehidupan ekonomi untuk agar sistem kesehatan tidak kewalahan.Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena virus naik ke rekor tertinggi baru lebih dari 79.000, sementara jumlah kematian mencapai tertinggi sejak awal Mei.Kota New York akan menutup sekolah-sekolah umum mulai hari ini, seperti pada saat gelombang pertama penguncian, melakukan lebih guna meredam dampak negatif terhadap ekonomi.Ada berita sedikit lebih baik dari Eropa, di mana jumlah rawat inap di Prancis turun tajam.2. Rilis data Klaim pengangguran, survei Fed regionalLonjakan kasus Covid-19 dan tekanan pada sektor rekreasi dan perhotelan, dapat tercermin dalam data klaim pengangguran minggu ini, yang akan rilis pada pukul 8:30 ET (1330 GMT). Klaim awal diperkirakan sebagian besar tidak berubah di 707.000, setelah mencatat level terendah pasca pandemi di 709.000 minggu lalu.Survei bisnis bulanan Federal Reserve Philadelphia rilis pada waktu yang sama, sedangkan Fed Kansas City keluar pukul 11.00 ET.Di antara keduanya akan ada data penjualan rumah untuk bulan Oktober yang telah mencapai level tertinggi 14 tahun pada bulan September karena pandemi memicu serbuan penduduk kota ke pinggiran kota.3. Saham dibuka lebih rendah karena kekhawatiran CovidPasar saham AS akan melanjutkan penurunan hari Rabu ketika dibuka nanti, di tengah kekhawatiran gelombang kasus Covid-19 saat ini akan sangat membebani produksi pada kuartal terakhir tahun ini.Pada 06:30 ET, Dow Jones Futures turun 128 poin, atau 0,4%, sementara S&P 500 Futures juga turun 0,4% dan NASDAQ Futures turun 0,5%, sedikit terpukul oleh prospek mengecewakan pembuat chip Nvidia setelah penutupan pada Kamis.Nvidia (NASDAQ:NVDA) memenuhi ekspektasi didorong permintaan dari pusat data dan videogamers, sangat sejalan dengan narasi yang telah memicu reli besar di sahamnya tahun ini. Namun, pertanyaan tetap pada seputar akuisisi $ 40 miliar yang direncanakan atas ARM Holdings yang berbasis di Inggris (LON:ARM) dari Softbank (OTC:SFTBY), kesepakatan yang dianggap terlalu mahal oleh banyak orang.4. Anda ingin suku bunga? Kami mendapat suku bunga!Bank Sentral Turki menaikkan suku bunga pinjaman satu minggu sebesar 475 basis poin, karena gubernur barunya bertindak untuk menopang mata uang berkinerja terburuk di dunia di antara pasar negara berkembang besar tahun ini.Lira, yang telah jatuh ke rekor terendah terhadap dolar pada awal November, naik 1,0% menjadi 7,693 sebagai tanggapan.Bank sentral lainnya, menambah tren pelonggaran kebijakan lebih lanjut baru-baru ini. Indonesia memangkas suku bunga ke rekor terendah baru. Langkah tersebut mendorong dolar 0,8% lebih tinggi terhadap rupiah, yang masih naik lebih dari 3% terhadap greenback yang umumnya lemah.South African Reserve Bank juga akan mengumumkan hasil pertemuan kebijakan terbaru pada pukul 8 AM ET (1300 GMT).5. Minyak turun di tengah rumor UEA akan keluar dari OPEC+Harga minyak mentah turun lagi di tengah kekhawatiran masa depan permintaan global karena virus corona semakin memperketat cengkeramannya di belahan bumi utara. Selain AS, Rusia juga melaporkan rekor tingkat infeksi harian yang tinggi, sementara tingkat kematian mencapai tertinggi sejak musim semi di Inggris. Di Jerman, tingkat infeksi harian tetap bertahan di atas 22.000.Pada 6:30 pagi, minyak mentah berjangka AS turun 1,2% menjadi $ 41,53 per barel, sementara kontrak berjangka Brent turun 0,6% pada $ 44,08 per barel.Sentimen pasar tidak terbantu oleh rumor bahwa Uni Emirat Arab sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan blok OPEC+ sebagai protes atas kuota produksinya yang rendah. Sementara UEA tidak mungkin mengambil langkah seperti itu, laporan tersebut menunjukkan kedalaman ketidakpuasannya pada pengaturan saat ini dan merupakan petunjuk adanya masalah dalam menyetujui kebijakan produksi untuk 2021.