al akan meningkat dua kali lipat dari US$40 miliar menjadi US$133 miliar pada tahun 2025, menurut perkiraan dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dan pemerintah pun terus menggenjot transformasi ekonomi ke arah digital.Bendahara negara mengklaim potensi nilai ekonomi digital Indonesia lebih besar ketimbang Thailand seperti yang dikutip dari CNN Indonesia Kamis (22/10). Jika nilai ekonomi digital benar-benar menyentuh US$133 miliar pada 2025, artinya lebih tinggi dua kali lipat dari nilai ekonomi digital di Thailand.Menurut Sri Mulyani, nilai ekonomi digital Indonesia terus meningkat setiap tahun. Bahkan, nilai ekonomi digital yang saat ini sebesar US$40 miliar sudah naik lima kali lipat sejak 2015 lalu.Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan transaksi ekonomi digital di Indonesia memang terus meningkat. Hal ini khususnya terjadi di masa pandemi covid-19.Tahun ini, ia memproyeksi transaksi e-commerce naik menjadi Rp429 triliun. Prediksi itu dihitung berdasarkan realisasi transaksi e-commerce per Agustus 2020 yang sebesar Rp180 triliun.Kenaikan transaksi ini sejalan dengan nilai transaksi jual beli di e-commerce yang meningkat hampir dua kali lipat. Jumlahnya naik dari 80 juta transaksi pada 2019 menjadi 140 juta transaksi sampai Agustus 2020.Lebih lanjut menurut laporan Finance Detik Rabu (21/10), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah tengah fokus mengejar transformasi ekonomi ke arah digital. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan apalagi di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) yang menghambat aktivitas fisik.Namun, masih ada 3 pekerjaan rumah (PR) besar untuk mengejar digitalisasi itu:1. Belum semua daerah menikmati listrik 24 jamPR pertama yang sangat krusial adalah mengalirkan listrik ke seluruh penjuru negeri.2. Ribuan desa tak tersambung internetPR besar kedua untuk mewujudkan digitalisasi ekonomi adalah memperluas jangkauan internet ke seluruh negeri. Menurut Sri Mulyani, saat ini masih ada 12.000 desa yang belum terkoneksi internet.3. Pengetahuan ekonomi digital harus ditingkatkanBelum selesai sampai disitu, menurut Sri Mulyani PR ketiga untuk digitalisasi ekonomi adalah meningkatkan literasi masyarakat pada ekonomi digital.Untuk itu, pemerintah harus fokus untuk mendorong sektor pendidikan dalam hal memberikan literasi ekonomi digital pada masyarakat.Sri Mulyani menambahkan transformasi ekonomi ke arah digital harus dikejar. Pasalnya, potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar.Bahkan, menurutnya angka itu akan meningkat lagi dalam 5 tahun ke depan, yakni US$ 133 miliar atau sekitar Rp 1.947 triliun (kurs Rp 14.645).