regar menilai aksi demonstrasi buruh terkait pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja hanya akan merugikan buruh itu sendiri. Pasalnya, UU Ciptaker telanjur disahkan di Sidang Paripurna DPR RI pada Senin (5/10) lalu.“Demo dan mogok para buruh itu sebenarnya tidak menguntungkan buruh. Kenapa ? Karena UU cipta kerja sudah disahkan,” cuitnya, dalam Twitter @DennySiregar7, dilihat pada Kamis (8/10). Baca Juga: Soal Denny Siregar, Fadli Zon ke Kapolri: Diskriminasi Hukum, Jangan Sampai Ada Pengadilan Rakyat!Menurutnya, sikap ketidakpuasan terhadap UU Ciptaker bisa diwujudkan dengann langkah uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).Bahkan, ia menilai demonstrasi justru menguntungkan serikat pekerja dan partai yang ingin mendulang suara di Pilkada nanti. Baca Juga: Cetus Denny Siregar: Jakarta Banjir Dimana-mana Ya?“Mau ubah? Ya silakan ke MK. Yang diuntungkan dengan demo itu ketua serikat pekerja dan partai yang sedang caper. Buruh? Ntar kerja lagi dan nasib pun tetap begini,” tegasnya.Diketahui, Pemerintah dan DPR RI sepakat untuk mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law menjadi undang-undang (UU) dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (5/10/2020).Keputusan tersebut diambil berdasarkan jumlah suara dari pandagan fraksi. Dalam Rapat Paripurna, enam fraksi menyetujui RUU Cipta Kerja disahkan jadi UU, satu fraksi yakni PAN menerima dengan catatan, sementara dua fraksi yang menolak adalah Demokrat dan PKS.Belakangan Demokrat gencar bersuara setelah insiden mikrofon anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat dimatikan saat interupsi dan Ketua DPR RI Puan Maharani.Penulis: RedaksiEditor: Vicky FadilFoto: Muhammad Adimaja