kel Hashim Djojohadikusumo. Adik kandung Prabowo Subianto itu menyebut di era Susi pimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) banyak nelayan yang ditangkap. Dituding seperti itu, Susi panas. Dia minta Hashim menyebut siapa nelayan yang ditangkapnya.Berbagai pernyataan Hashim soal ekspor benih lobster rupanya bikin Susi keki. Seharian kemarin, melalui akun Twitter miliknya, @susipudjiastuti merespons setiap omongan Hashim yang menyudutkannya. Baca Juga: Protes-protes Susi Pudjiastuti Ihwal Ekspor Benih LobsterAwalnya, Susi mengunggah video saat bersantai sambil bermain paddle board di tengah laut. Ia menyindir, berbagai pihak yang menyebutnya telah membuat kebijakan keliru.“Susi keliru apanya? Wong saya lagi main paddling kok. Siang hari begini masih bilang Susi keliru,” kata Susi.Berbagai pihak yang menyebut kebijakannya keliru mestinya dulu menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Ia menuturkan, hanya ada satu pengusaha yang menggugat ke PTUN saat masih menjadi menteri. Itu pun gagal. Ia heran mengapa banyak yang baru menyampaikan keberatan saat dirinya sudah tidak lagi menjadi menteri. Baca Juga: Bantah Perusahaannya Terlibat Patgulipat Lobster, Adik Prabowo Bawa-bawa LeluhurnyaSusi pun melontarkan serangan balik. Kebijakan-kebijakan yang dibilang keliru itu sudah dirombak saat Edhy Prabowo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Menurut Susi, nyatanya terjadi kekeliruan setelah kebijakannya dicabut menteri baru.“Apa urusannya yang keliru? Coba apa? Kan sudah diganti semua yang keliru, mestinya jadi benar. Masa keliru lagi? Keliru diganti mestinya jadi benar,” ucapnya.Selanjutnya, Susi mengomentari berita online. Di antaranya pernyataan Hashim yang menyebut banyak nelayan dirugikan dan bisnisnya mandek akibat kebijakan Susi. “Luar biasa!!” cuit Susi, sambil menyisipkan ikon emosi terkejut.Susi juga menanggapi pernyataan Hashim soal larangan ekspor benih lobster yang merugikan nelayan. Susi meminta Hashim memberikan informasi nama lengkap nelayan.“Tuan Hasyim yth, Mohon info nama, alamat nelayan yang ditangkap oleh Susi?” ujar Susi. “Saya tunggu jawaban Anda,” sambungnya.ÂHashim sebelumnya menuding kebijakan Susi banyak merugikan nelayan. Larangan ekspor oleh Susi disebut membuat banyak nelayan ditangkap.Akibatnya, usaha budi daya nelayan tidak berjalan karena kebijakan yang sama. Usaha nelayan miskin pun ditengarai banyak ditutup di banyak daerah.“Banyak nelayan ditangkap, usaha budidaya nelayan miskin itu ditutup. Di Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, NTB,” kata Hashim.Oleh karena itu, Hashim menganggap kebijakan Susi keliru. Hashim lalu menyatakan bahwa ia setuju dengan dibukanya ekspor benih bening lobster.Sekadar tahu saja, keran ekspor benih ekspor dibuka oleh Edhy Prabowo pada 4 Mei 2020 lewat Permen KP Nomor 12 Tahun 2020. Penerbitan aturan ini menganulir berlakunya larangan yang diterbitkan KKP era Susi Pudjiastuti lewat Permen KP Nomor 71 Tahun 2016.Kicauan Susi mendapat perhatian dari warganet. Sebagian heran kenapa Susi yang sudah tak lagi jadi menteri diseret-seret dalam kasus korupsi izin benih lobster. Keheranan itu antara lain disampaikan akun @kembangmlathi.“Kenapa tetiba ada orang muncul terus nyalahin Susi yang sudah purna. Padahal Susi bukan pemangku kebijakan lagi,” kicaunya.“Saya ketawa saja baca komentar pejabat-pejabat KKP yang nyebrang orang yang sudah gak jabat lagi,” ujar @pikiranseni. Akun @tanjungpala ikut membela Susi. “Menurut pandangankami nelayan kecil, Bu Susi adalah pahlawan, karena kebijakan menguntungkan nelayan kecil,” cetusnya.Akun @dananglato dengan tegas mengatakan tak percaya omongan Hashim. “Entah kenapa saya lebih percaya omongan Ibu Susi,” ucapnya.Sementara akun @susantoanto1 mengatakan, Hashim tak bilang nelayan ditangkap oleh Susi. Menurut dia, Hashim sebenarnya ingin mengatakan banyak nelayan kecil ditangkap lantaran menangkap benur lobster.“Sudahlah jangan merasa paling bener sendiri. Masing-masing menteri ada kekurangan dan kelebihannya,” pungkasnya.Penulis: RedaksiEditor: Lestari NingsihFoto: M Agung Rajasa