ah tersandung masalah regulasi di negaranya, China dan keadaan pun semakin runyam. Menurut laporan Bloomberg, Ant Group yang didukung Alibaba Group tidak mungkin dapat menahan penawaran umum perdana yang ditangguhkan sebelum tahun 2022.Dilansir dari Yahoo Finance di Jakarta, Senin (30/11/2020) regulator China di bawah tuntutan langsung oleh Presiden China Xi Jinping telah menuntut Ant mematuhi aturan baru yang telah diusulkan dan akan berlaku untuk berbagai bidang termasuk pinjaman konsumen.Belum jelas apakah Ant Group akan IPO sebelum 2022. Hal ini karena begitu banyak persiapan yang harus dilakukan oleh Ant Group dalam menyesuaikan diri dalam peraturan baru. Prioritas langsung bagi Beijing adalah bahwa Ant yang didirikan Jack Ma mematuhi peraturan yang telah berubah.Baca Juga: Rugi Bandar! Bisnis Hiburan Jack Ma Laporkan Kerugian 4 Tahun Berturut-Turut!Selama ini, Ant Group diawasi oleh Satgas Komite Stabilitas dan Pengembangan Keuangan yang merupakan regulator sistem keuangan China bersama dengan departemen bank sentral China. Regulator lain yang berkaitan dengan keuangan juga turut mengawasi Ant untuk mengumpulkan data dan material.Satgas tersebut hingga kini sedang mempelajari restrukturisasi perusahaan dan juga menyusun aturan baru untuk industri itu sendiri. Di bawah draf aturan baru yang diantar pada November, Ant akan diminta untuk menambah modal hingga USD12 miliar atau setara dengan Rp169 triliun. (kurs Rp14.155/dolar)Bulan ini, CEO Ant Group Daniel Zhang memuji draf baru Beijing. Sikap CEO sangat berbeda dari Ma yang telah mengkritik bankir dan regulator China menjelang IPO yang sekarang membuat perusahaannya ditangguhkan dan menyebabkan teguran.Saham Alibaba turun hampir 0,4% menjadi USD276,48 pada hari Jumat dan naik 0,12% di sesi setelah jam kerja.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: Reuters/Bobby Yip