ustri 4.0 mengancam beberapa ilmu dan profesi yang ada saat ini. Meski demikian bukan berarti semua bisa digantikan oleh mesin dan teknologi, seperti ilmu akuntansi dan profesi akuntan yang akan tetap relevan di era industri 4.0 terutama di Indonesia.Kebutuhan akan profesi akuntan dibuktikan melalui terpilihnya Association of Chartered Certified Accountant (ACCA) menjadi 'The Professional Global Body of The Year' dalam Digital Accountancy Forum and Awards (DAF Awards) 2020 oleh The Accountant. Terpilihnya ACCA dalamDAF Awards 2020 ini mencakup dampak global asosiasi melalui kepemimpinan pemikiran, acara, dan aktivitas yang berkelanjutan.Salah satu yang disoroti adalah hasil kerjaprofessional insight (PI) team ACCAyaitu mengenai Global Covid-19 Survey, dengan 1 juta responden yang berkontribusi mengisi survei tersebut. Hal ini membuktikan di tengah disrupsi dan pandemi Covid-19, pemulihan dan pergerakan ekonomi tetap membutuhkan ilmu akuntasi dan profesi Akuntan.“ACCA berhasil memimpin profesi akuntansi secara global dengan menciptakan peluang. Tujuannya menetapkan nilai yang kami ciptakan untuk masyarakat. Salah satu tujuan kami adalah membuka peluang lebih banyak untuk profesi, melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda dan lebih baik, dan kami tidak pernah melupakan kepentingan publik yang menjadi DNA dari ACCA,” kata Head of ACCA Indonesia Hani Karunia.Baca Juga: Tantangan Akuntan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi Covid-19Dari hasil Global Covid-19 Survey yang dilakukan ACCA, dapat terlihat kekhawatiran utama di tengah pandemi ini dialami oleh pemilik perusahaan, dari skala kecil hingga besar.Hampir 60% responden menyebutkan penurunan produktivitas karyawan menjadi salah satu kekhawatiran, karena perubahan drastis pada operasional perusahaan.Apalagi di beberapa daerah sempat melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga sebagian besar masyarakat harus bekerja dari rumah. Sebagian besar responden juga mengalami penurunan permintaan, gangguan rantai pasok, menunda meluncurkan produk dan layanan baru, hingga menunda rencana investasi.Selain itu, hampir 40% responden juga mengalami masalah keuangan seperti ketatnya arus kas. Tantangan ini sangat berat bagi pengusaha dengan skala kecil dan menengah, terutama karena kekhawatiran kewajiban utang yang berpotensi meningkat.Untuk itu, dalam menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, ACCA menilai semua organisasi perlu menanggapi dengan cepat dan efektif. Dengan begitu perusahaan dapat memastikan kelangsungan dan ketahanan usahanya dalam jangka pendek,serta pemulihan untuk jangka panjang.Global Covid-19 Survey juga mencakup bagaimana krisis ini berkembang, dan beberapa strategi yang dapat dilakukan menghadapi situasi ini. Survei tersebut menyebutkan, ada beberapa langkah dan peta jalan yang bisa dilakukan di masa krisis ini dalam upaya pemulihan.Pertama, bertindak dan fokus pada kelangsungan jangka pendek dan respon awal terhadap krisis. Langkah ini sangat penting untuk memastikan kondisi krisis ini dikelola dengan baik dan rencana yang berkesinambungan dapat diterapkan, sertamelindungi kesejahteraan pekerja.Kedua, menganalisis dan menggeser fokus jangka pendek menjadi fokus jangka menengah yang fokus pada pemulihan usaha. Pada tahap ini, perusahaan dapat melanjutkan operasional bisnisnya perencanaan yang dapat dikelola dengan baik.Baca Juga: Ingat, Akuntan Itu Wajib Paham Aplikasi Teknologi!Ketiga, antisipasi dengan fokus pada rencana jangka panjang, terutama pada inovasi dan pemahaman bagaimana seharusnya berkembang ke depannya. Dalam tahap ini model dan strategi bisnis perusahaandapat berkembang.Hasil riset tersebut menunjukan, pemulihan ekonomi membutuhkan profesi dan ilmu akuntan. Apalagi dunia juga merasakan perubahan karena kemajuan teknologi yang mengubah ekspektasi individu, tempat kerja dan pergeseran nilai dan norma sosial, hingga konektivitas, dan demografi.Tren karier di bidang akuntasi pun mengalami perubahan meski tetap dibutuhkan. Profesi Akuntan juga menjadi pusat perhatian dalam membangun usaha yang berkelanjutan untuk masa depan.“Kemampuan ACCA untuk memimpin profesi global yang tepercaya dan inklusif bergantung pada nilai yang kita ciptakan melalui komunitas untuk bisnis dan masyarakat. Komunitas yang dibangun ACCA pun lebih dari sekadar jaringan, melainkan inklusif, terbuka dan global, dengan anggota ACCA sebagai intinya,” tutup Hani.Penulis: ***Editor: Annisa NurfitriyaniFoto: Unsplash/ Scott Graham