i) Tito Karnavian mengingatkan kepada seluruh pihak agar momentum cuti bersama benar-benar harus menjadi perhatian bersama agar tidak menjadi ajang penularan COVID-19.Ia mengatakan tidak ingin cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober 2020 justru menjadi ajang penularan COVID-19. Pasalnya, dari pengalaman selama ini saat libur panjang terjadi lonjakan mobilitas warga, baik untuk berlibur maupun pulang kampung.“Masyarakat bergerak dari suatu tempat ke tempat yang lain, dan pergerakan masyarakat ini bisa menimbulkan penularan, media penularan,” kata Tito.Baca Juga: Lewat UU Cipta Kerja Pemerintah Pusat Melucuti Otoritas Pemerintah DaerahUntuk itu, sebagai upaya mencegah terjadinya penularan, Mendagri menyampaikan beberapa hal yang perlu untuk dilakukan bersama.“Yang pertama bagi yang di daerahnya merah, daerahnya rawan penularan, kalau memang bisa tidak pulang dan tidak berlibur lebih baik mungkin mengisi waktu di tempat masing-masing. Beres-beres rumah atau tempat tinggal, menikmati liburan bersama keluarga di kediaman masing-masing, itu yang diharapkan,” ujar Mendagri.Namun, apabila memang tetap ingin keluar kota, hal kedua yang perlu dilakukan adalah orang yang bersangkutan memastikan betul dalam keadaan sehat dan tidak terpapar COVID-19. Salah satu caranya dengan melakukan tes PCR.“Sehingga yakin bahwa dalam keadaan negatif, jangan sampai menjadi penular bagi saudara-saudara kita, orang tua kita, dan lain-lain yang ada di daerah,” ucap mantan Kapolri itu.Penulis: RedaksiEditor: Ferry HidayatFoto: Gusti Tanati