Pemberantasan Korupsi sudah menggelar dua Operasi Tangkap Tangan (OTT). Parahnya, kedua kasus itu sama-sama menyeret kader PDIP.OTT KPK pada Selasa (24/11/2020) meringkus Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, berhubungan dengan ekspor benih lobster.Setelah itu, ada pula sejumlah orang yang turut KPK amankan; kader PDIP, Andreau Misanta Pribadi salah satunya.Baca Juga: Kacau, Polisi Kanada Kongkalikong Sama Amerika Buat Ringkus Putri Miliarder China, yang Benar??Baca Juga: Perusahaan Miliarder Jeff Bezos Mau Bagikan  Total  (PA:TOTF) Bonus Rp7,1 Triliun Buat KaryawanDi sisi lain, PDIP mengklaim, Andreau Misanta tak lagi termasuk kader aktif. Namun, Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah mengonfirmasi, Andreau Misanta memang pernah mencalonkan diri sebagai DPR RI pada Pemilu 2019.Akan tetapi, Andreau Misanta gagal. Menurut Basarah, sejak itu ia tidak lagi jadi kader aktif. Meski begitu, PDIP tetap akan menyanksi sosok itu.Kader Banteng Kembali Kena OTTDua hari setelah penangkapan Edhy Prabowo, OTT KPK kembali terjadi pada Jumat (27/11/2020), tepatnya pada pukul 10.30 WIB. Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna terjerat OTT terkait suap perizinan proyek di Cimahi.KPK pernah mencokok Ajay terkait perizinan Rumah Sakit Bunda Cimahi. Ajay diduga menerima suap uang lebih dari Rp400juta yang diduga dari bagian total commitment fee sekitar Rp3 miliar lebih.ÂPria kelahiran Bandung 18 Desember 1966 ini sebelum menjabat sebagai Walikota Cimahi juga pernah menjabat posisi-posisi penting. Di dunia politik, Ajay sempat menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kota Cimahi sebelum akhirnya menang di Pilkada 2017 silam.Sebelum terjun di dunia politik, Ajay juga pernah menjabat sebagai Ketua HIPMI Jabar, Ketua Bidang Konstruksi dan Perumahan Umum KADIN Jawa Barat, Bendahara Umum FKPPI, Wakil Ketua KOSOGORO Bandung, dan Pengurus KNPI.Penulis/Editor: Tanayastri Dini IsnaFoto: Sigid Kurniawan