orsium CT Corp melewati tahap prakualifikasi lelang operator Pelabuhan Patimban dinilai merupakan hal yang wajar karena latar belakang dan basis modalnya, menurut National Maritime Institute (NAMARIN).Sebagaimana yang diberitakan Bisnis.com Rabu (21/10), Direktur Namarin Siswanto Rusdi mengatakan dari sisi kapasitas perusahaan CT Corp memang lebih besar dibandingkan dengan konsorsium lainnya. Tak hanya itu, dari sisi politis dan sang pemilik memang sudah banyak terlibat proyek-proyek infrastruktur besar.Menurutnya tantangan terbesar bagi mereka yang nantinya mengelola Patimban akan cukup besar. Pertama, dengan kondisi pandemi yang tentunya cukup berpengaruh pada kapasitas ekonomi perusahaan untuk keberlanjutan proyek hingga ancaman resesi Indonesia. Kedua, katanya, dari sisi pengembalian investasi yang kurang menarik karena pasar produksi otomotif domestik yang kurang berkembang.Pasar terminal kendaraan otomotif tidaklah besar dan jaraknya cukup jauh dibandingkan dengan produsen pabrik di Cikarang.Lebih lanjut tambah laporan, Konsorsium CT Corp Infrastruktur Indonesia secara resmi diumumkan sebagai satu-satunya peserta yang lulus tahap prakualifikasi lelang operator Pelabuhan Patimban.Grup usaha yang dimiliki pengusaha Chairul Tanjung itu menyingkirkan nama-nama yang cukup dikenal di industri logistik seperti Samudera Indonesia (JK:SMDR) dan Temas Line. Memang, masih ada masa sanggah dalam tahap prakualifikasi sehingga ada potensi CT Corpora tidak melenggang sendirian di tahap penawaran.Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan Kemenhub menetapkan kriteria yang sangat ketat untuk menjaring peserta di tahap prakualifikasi.Adapun aspek yang menjadi kriteria antara lain kemampuan finansial, aset bersih minimal, kepemilikan izin badan usaha pelabuhan, serta pengalaman pengelolaan proyek terminal peti kemas dengan kapasitas minimum yang telah ditentukan.Boleh dibilang, bisnis infrastruktur pelabuhan menjadi tonggak baru bagi CT Corpora. Kelompok usaha ini dikenal piawai di bisnis jasa keuangan, ritel, dan properti.Rupanya, pada lelang badan usaha pelaksana (BUP) atau operator Pelabuhan Patimban, CT Corpora menggandeng tiga mitra. Ketiga  mitra itu adalah PT Indika Logistic & Support Services, PT U Connectivity Services, dan PT Terminal Petikemas Surabaya.Indika Logistic & Support Services adalah anak usaha PT  Indika Energy  Tbk (JK:INDY), salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia.Partner CT Corp yang juga mumpuni dalam bidang kepelabuhanan adalah PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Perusahaan ini adalah anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).Sementara itu, PT U Connectivity Services merupakan bagian dari grup PT Teknologi Riset Global Investama, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi, infrastruktur telekomunikasi, properti, dan energi.