ndonesia ialah Ciliandra Fangiono yang masih berusia 44 tahun. Berkat itulah, ia menjadi orang terkaya atau miliarder termuda di Tanah Air. Ciliandra merupakan CEO First Resources, perusahaan sawit yang sahamnya tercatat di Singapura.ÂBerdasarkan daftar Forbes, Ciliandra menempati posisi ke-30 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Adapun total nilai kekayaannya mencapai USD1,05 miliar atau setara dengan Rp14,87 triliun. Perusahaan tersebut didirikan oleh ayahnya, Martias, lebih dari dua dekade yang lalu.Kini, keluarga Fangiono pun memegang mayoritas saham perusahaan dan perusahaan dipegang kendali oleh Ciliandra. Sebagai generasi kedua, Ciliandra merupakan lulusan sarjana dan magister dari Universitas Cambridge jurusan ekonomi.Baca Juga: Bertahan di Tengah Pandemi, 2 Wanita Tangguh Ini Tetap Jadi Orang Terkaya RISemasa kuliah, Ciliandra adalah seorang Scholar Senior di bidang ekonomi yang pernah memenangkan PriceWater House Book di universitas peringkat ketiga terbaik di dunia. Kemudian, ia juga pernah bekerja sebagai staf pada divisi investasi bank di Meryl Lynch di Singapura.Berdasarkan laman resmi perusahaan, First Resources didirikan pada tahun 1992 dan terdaftar di Bursa Singapura sejak 2007.ÂFirst Resources adalah salah satu produsen minyak sawit terkemuka di Asia Tenggara yang mengelola lebih dari 200.000 hektar perkebunan kelapa sawit di provinsi Riau, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat Indonesia.Kegiatan bisnis inti First Resource meliputi budidaya kelapa sawit, memanen tandan buah segar (TBS) dan mengolahnya menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (PK).ÂSelain perkebunan dan pabrik kelapa sawit, First Resource melalui pabrik penyulingan, fraksionasi, biodiesel dan penghancur inti, memproses produksi CPO dan PK menjadi produk berbasis kelapa sawit yang bernilai lebih tinggi seperti biodiesel, refined, bleached and deodorized (RBD) olein dan RBD stearin, minyak inti sawit, dan pengekspor inti sawit. minyak inti sawit, dan pengekspor inti sawit. Produk perusahaan ini pun dijual ke pasar lokal dan internasional.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: Twitter/mykargoku