aruhi ketersediaan PlayStation 5 (PS5) di pasar. Sebab, kali ini konsumen mesti bersaing memperoleh konsol gim itu di saluran daring (online).Melansir News Week, Jumat (27/11/2020), pembelian daring lebih sulit jika pesaingnya bot, program komputer yang bisa melakukan pembelian lebih cepat dari orang.Menurut laporan itu, para calo menggunakan bot untuk membeli PS5 dalam jumlah besar, lalu mereka akan menjualnya lagi dengan harga lebih tinggi.Baca Juga: Oppo A53s: Harga dan Spesifikasi di IndonesiaBaca Juga: Redmi Note 9 Pro 5G: Harga, Spesifikasi, dan KetersediaanFenomena itu memaksa para pecinta gim membeli konsol gim terbaru keluaran Sony itu dari pihak kedua; seperti peritel calo pengguna bot. CrepChiefNotify merupakan salah satu pengecer yang memanfaatkan bot.Sekali transaksi, CrepChiefNotify dapat membeli 2.474 unit PS5; 1.000 di antaranya berasal dari pemesanan awal pada September 2020, sisanya mengandalkan bot.Peritel itu punya 12 orang pengelola inti dan puluhan ribu member.Guna memanfaatkan layanan CrepChiefNotify, konsumen mesti merogoh kocek di kisaran Rp563 ribu-Rp7,4 juta. Setelahnya, mereka mendapat akses ke berbagai platform berbelanja, termasuk situs penjualan PS5.Awalnya, grup itu hanya menjadi calo sepatu bermerek. Namun, melihat tingginya permintaan untuk konsol gim PS5 di tengah pandemi, mereka akhirnya banting setir.Akibatnya, 1 unit PS5 yang memiliki harga jual normal sekitar Rp7 juta, kini bisa terjual hingga Rp14 juta.Penulis/Editor: Tanayastri Dini IsnaFoto: Sony