emi COVID-19 mengakibatkan sejumlah industri merugi, sampai harus melakukan efisiensi berbentuk penutupan toko. Salah satu yang paling terdampak ialah pusat perbelanjaan dan restoran.Tak hanya satu pusat perbelanjaan dan restoran, tetapi ada beberapa merek yang memutuskan menutup gerai ritelnya akibat pandemi saat ini. Siapa sajakah itu?Mengutip sejumlah sumber, berikut ini pusat perbelanjaan dan ritel yang memutuskan menutup gerai akibat pandemi.Baca Juga: Kisah Miliarder Teknologi: Jual Perusahaan, Pendiri Awal Snapchat Keliling Dunia Sejak 2015Baca Juga: 12 Orang Terkaya di Sektor Teknologi Global,  Total  (PA:TOTF) Harta Mereka Capai Rp14 Kuadriliun LohMatahari (JK:LPPF)Mengalami rugi bersih hingga Rp358 miliar pada paruh pertama 2020, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) memutuskan menutup 6 toko luring yang kinerjanya kurang baik. Langkah itu juga merupakan bagian dari upaya restrukturisasi bisnis perusahaan.Golden TrulyGolden Truly mengumumkan penutupan mal di Gunung Sahari per 1 Desember 2020 melalui akun Instagram-nya. Sebagai gantinya, perusahaan mengklaim akan menjajakan produk-produk melalui situs belanja daring.DebenhamsBelum lama ini, CNN Internasional melaporkan penutupan gerai Debenhams di Inggris secara permanen; membuat 25 ribu karyawan terancam kena PHK.Namun, 124 gerai fisik dan toko daring Debenhams yang memiliki 12 ribu karyawan bakal terus menjalankan penjualan guna menghabiskan pasokan. Jika Debenhams tak memperoleh penawaran lain setelah itu, maka bisnisnya akan gulung tikar.Parahnya, nasib 45 gerai waralaba Debenhams di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa Timur berada di bawah kondisi toko pusat di Inggris.KFCAkibat COVID-19, KFC menyetop kegiatan operasional ratusan gerainya. Menurut PT Fast Food Indonesia Tbk sebagai pemegang hak waralaba, ada 115 gerai KFC yang terpaksa mereka tutup.Lokasi gerai-gerai itu bukan hanya di Jakarta, melainkan juga di sejumlah kota lain di Tanah Air.Penulis/Editor: Tanayastri Dini IsnaFoto: Galih Pradipta