tatistik (BPS) RI mengumumkan data neraca perdagangan Indonesia dengan ekspor mencatatkan kenaikan sebesar 3,09% senilai $14,39 miliar dibandingkan bulan sebelumnya mencapai $14,01 miliar.Sementara jika dibandingkan periode Oktober bulan lalu nilai ekspor Indonesia minus 3,29% menurut laporan Liputan6 Senin (16/11). Di mana, pada Oktober 2019 nilai ekspor Indonesia sebesar USD 14,88 miliar menjadi USD 14,39 miliar pada Oktober 2020.Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Setianto, mengungkapkan peningkatan ekspor terjadi di Bulan Oktober 2020 ini terjadi karena sektor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 3,54%. Di mana dari posisi USD 13,29 di bulan lalu kini menjadi USD 13, 76 miliar pada Oktober 2020.Sedangkan sektor migas mengalami penurunan sebesar minus 5,94%. Ekspor migas pada tercatat USD 0,63 miliar pada Oktober 2020, lebih rendah dibandingkan posisi September sebesar USD 0,67 miliar.Selain itu Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka impor pada Oktober 2020 sebesar USD10,78 miliar mengutip Okezone.com Senin (16/11). Angka ini mengalami penurunan sebesar 6,79% dibandingkan September 2020 (month to month/MtM) yang mencapai USD11,57 miliar.Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka impor justru turun lebih tajam yakni sebesar 26,93% (Year on Year/YOY). Sebab pada Oktober 2019 angka impor Indonesia mencapai USD14,76 miliar.Angka impor jika dibandingkan bulan sebelumnya yakni September 2020, impor migas mengalami penurunan 8,03%. Pada September 2020, angka impor mencapai USD1,17 miliar menjadi USD1,08 miliar.Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu turun 38,54%. Semula angka impor migas adalah USD1,76 miliar pada Oktober 2019 menjadi USD1,08 miliar pada Oktober 2020 (yoy).