an Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi kembali menyinggung pihak-pihak yang kerap mempolitisir lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Kali ini, ia mengaitkannya dengan keputusan seseorang yang mengundurkan diri dari lembaga antirasuah tersebut.Hal ini terkait dengan Febri Diansyah yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Humas KPK. Baca Juga: KPK Pastikan Bakal Tetap Independen Meski di Bawah Naungan PemerintahMenurut dia, ada kemungkinan orang yang berhenti bekerja di KPK bukan karena idealisme, melainkan tawaran gaji yang lebih baik di tempat lain.“Karena terbiasa mempolitikkan KPK, orang berhenti bekerja di KPK saja dipolitisasi padahal orang berhenti bekerja di KPK karena ada tawaran gaji yang lebih baik, bukan idealisme. @KPK_RI,” cuitnya dalam akun Twitternya, Sabtu (3/10/2020). Baca Juga: ICW Lempar Kritik Keras Soal KPK, Katanya...Diberitakan sebelumnya, Febri resmi berhenti bekerja untuk KPK. Ia mengaku kondisi lembaga tersebut sudah banyak berubah,Misalnya, perubahan itu terjadi pada aspek regulasi berupa revisi UU KPK yang telah disepakati satu tahun lalu.“Saya ingat betul 17 September 2019 revisi UU KPK disahkan. Tapi kami tidak langsung meninggalkan KPK pada saat itu. Kami bertahan di dalam dan berupaya untuk bisa berbuat sesuatu agar bisa tetap berkontribusi untuk pemberantasan korupsi,” tutur Febri.Lebih lanjut, Febri menilai ruang kontribusi dalam memberantas korupsi lebih signifikan jika dirinya berada di luar KPK.“Tetap memperjuangkan dan ikut dalam advokasi pemberantasan korupsi. Karena itu saya menentukan pilihan ini meskipun tidak mudah, meskipun sangat berat, saya ajukan pengunduran diri 18 September 2020 kemarin,” katanya.Penulis: RedaksiEditor: Vicky FadilFoto: Muhammad Adimaja