ruh dunia di lockdown hingga pergolakan politik dan ekonomi dunia terguncang. Namun, pasar saham utama tetap melonjak tinggi dan Forbes memperkirakan kekayaan 2.200 miliarder dunia secara kolektif bertambah USD1,9 triliun dari tahun 2019.Dilansir dari Forbes di Jakarta, Kamis (17/12/2020) miliarder dunia diperkirakan memiliki kekayaan USD11,4 triliun (Rp161.104 triliun), berdasarkan perhitungan Forbes menggunakan harga saham hingga Jumat, 11 Desember. Angka itu naik 20% dari kekayaan kolektif USD9,5 triliun pada 31 Desember 2019.Para miliarder Amerika mengalami tahun yang gemilan tahun 2020 ini. Secara keseluruhan, lebih dari 600 miliarder AS memiliki kekayaan USD4 triliun, keuntungan sebesar USD560 miliar sejak awal tahun ini dibantu oleh pasar saham yang memecahkan rekor. S&P 500 duduk di dekat level tertinggi sepanjang masa, naik 13% tahun ini meskipun Covid-crash Maret. Nasdaq ikut naik 38%.Baca Juga: Panjang Umur hingga 96 Tahun, Ini Rahasia Hidup Bahagia Miliarder Charlie MungerPemenang terbesar dan terberuntung tahun ini dari para miliarder Amerika adalah Elon Musk yang kekayaannya telah tumbuh sebesar USD110 miliar tahun ini menjadi hampir USD137 miliar. Musk, menjadi orang terkaya ketiga di dunia.Lonjakan tersebut berasal dari meroketnya saham Tesla Motors yang telah menggelembung sebesar 630%. Apalagi, produsen mobil listrik itu akan ditambahkan ke indeks S&P 500 pada 21 Desember.Lalu, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos juga memiliki tahun terbaik kedua. Bezos yang memiliki kekayaan USD182 miliar, menjadi lebih kaya USD67,5 miliar pada tahun 2020 berkat meningkatnya saham Amazon.Selanjutnya ada miliarder China sebagai kelompok yang terkaya tahun ini dalam hal dolar. Indeks CSI 300 yang melacak 300 perusahaan terkemuka China, naik 19% tahun ini membantu miliarder China menambahkan total USD750 miliar ke total kekayaan bersih mereka pada tahun 2020.Secara keseluruhan, 400 miliuner China bernilai USD2 triliun belum termasuk 67 miliuner Hong Kong, yang kekayaannya meningkat secara kolektif USD60 miliar, menjadi total USD380 miliar.Kenaikan kekayaan miliarder China juga dibantu oleh IPO seperti perusahaan air kemasan Nongfu Spring, yang go public di Hong Kong pada bulan September. IPO tersebut mengangkat kekayaan pendiri Zhong Shanshan menjadi USD62,5 miliar, naik dari USD2 miliar pada awal tahun.Peraih keuntungan besar China lainnya termasuk Colin Zheng Huang, ketua situs e-niaga Pinduoduo naik USD32,4 miliar tahun ini menjadi USD52 miliar. Selanjutnya ada pendiri Alibaba Group Jack Ma, yang kekayaannya naik USD18,9 miliar menjadi USD61,7 miliar meski pemerintah China membatalkan IPO Ant Group miliknya.Miliarder Prancis mencatat kenaikan dolar terbesar ketiga sebagai sebuah grup tahun ini. 40 orang superkaya di negara itu memiliki kekayaan USD500 miliar, USD95 miliar lebih dari setahun yang lalu.Lebih dari separuh peningkatan itu hanya berasal dari dua pemenang besar yaitu bos LVMH Bernard Arnault dan pewaris L'Oréal Francoise Bettencourt Meyers. Saham LVMH telah naik 30% tahun ini, membuat Arnault lebih kaya USD35 miliar.Selanjutnya ada saham L'Oréal naik 25% menambah USD14 miliar untuk kekayaan Bettencourt Meyers, yang dia warisi dari mendiang ibunya Liliane Bettencourt, putri pendiri L'Oréal.Miliarder baru juga hadir di tengah pandemi ini. Ada Jared Isaacman yang terbang dengan jet tempur, mogul Hollywood Tyler Perry, tiga pendiri layanan pengiriman DoorDash dan Stéphane Bancel, CEO perusahaan Moderna yang sedang mengembangkan vaksin Covid-19 ditambah dua investor perusahaan.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: Getty Image