sifikasi nilai nominal asli suatu sekuritas (face value) yang dimiliki oleh instrumen-instrumen keuangan. Instrumen tersebut seperti kurs asing, koin, obligasi, dan sejumlah pendapatan investasi tetap lainnya.Istilah denominasi ini juga diartikan sebagai kurs dasar suatu transaksi atau nilai kurs dari suatu aset finansial. Klasifikasi ini diharapkan dapat memberi kemudahan dalam mengklarifikasi jenis pembayaran apa saja yang dapat diterima pada suatu transaksi perdagangan. Sebagai contoh, lima euro adalah denominasi uang kertas lima euro.Baca Juga: Apa Itu Demonetisasi?Dalam sebuah mata uang, biasanya terdapat unit utama (base) dan subunit yang merupakan pecahan dari unit utama. Di beberapa negara, ada beberapa tingkatan subunit itu sendiri. Di bekas Kekaisaran Ottoman, 1 lira = 100 kuru? = 4000 para = 12000 akçe.Sementara saat ini, hanya sedikit tempat yang memiliki lebih dari satu subunit, terutama dinar Yordania dibagi menjadi 10 dirham, 100 qirsh/piastres, atau 1000 fils. Banyak negara di mana bahasa Eropa Barat digunakan saat ini memiliki unit utama yang dibagi menjadi 100 subunit.Namun, seberapa mata uang yang sebelumnya memiliki subunit kini tidak lagi memilikinya, karena inflasi telah membuat subunit tersebut tidak berguna. Contoh yang menonjol adalah yen Jepang, yang sebelumnya dibagi menjadi 100 sen atau 1000 rin. Kedua subunit itu didemonetisasi pada akhir tahun 1953.Di anak benua India, hal yang umum terjadi di Hindustan, serta dalam bahasa Inggris India dan Pakistan untuk membahas sejumlah besar uang dalam lakh dan crores daripada dalam rupee. Meskipun bukan denominasi resmi, angka ini diambil dari sistem numerik adat dan dipahami serta digunakan secara luas dalam sistem keuangan India, Pakistan, dan Nepal.Penulis/Editor: Fajria Anindya UtamiFoto: Reno Esnir