ut Sitompul menilai keterlibatan anak-anak dalam aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, tidak bisa dibenarkan.Menurut dia, hal tersebut dapat merusak mental mereka. Bahkan, ia menilai para remaja itu hanya ikut-ikutan dan tidak mengerti tentang Omnibus Law. Baca Juga: Muncul Pembela Anies: DPRD Suka Serang Tanpa Data, Cuma Asumsi“Keterlibatan anak-anak SMP serta SD dalam demo menolak UU Cipta Kerja keterlaluan karena merusak mental anak-anak untuk melakukan yang tidak tahu apa yang mereka lakukan dengan anarkis.” cuitnya dalam akun Twitternya, Senin (19/10/2020).Kemudian, ia pun memberi sindiran kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menganggap keterlibatan pelajar dalam demontrasi sebagai hal yang wajar. Baca Juga: Anies Diteriaki Gagal dari Sana-sini, Orang Golkar Terdepan Pasang Badan“Yang lebih rusak lagi pernyataan gubernur kadrun bisa menerima keterlibatan anak-anak, masih percaya kadrun?, ” katanya.Diberitakan sebelumnya, Anies Baswedan mengaku tidak mempersoalkan banyaknya pelajar yang ikut dalam aksi demonstrasi menolak Omnibus Law Cipta Kerja.Menurut Anies, hal tersebut sebagai bentuk kepedulian kalangan remaja terhadap perkembangan bangsanya.“Anak-anak justru dirangsang. Kalau ada anak yang peduli soal bangsanya bagus dong. Kalau tidak peduli bangsanya yang repot,” ujar Anies di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2020) malam.“Sekarang diarahkan. Diarahkan dengan tugas yang mendidik. Jadi kira-kira mindsetnya begitu. Kalau ada anak yang mau peduli bangsanya kita suka,” tuturnya.Penulis: RedaksiEditor: Vicky FadilFoto: Sufri Yuliardi