rang memenuhi kawasan Bandar Udara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Mereka datang untuk menyambut kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi.Tak cuma di area tunggu kedatangan penumpang di Terminal III Ultimate saja yang dipenuhi massa penyambut pimpinan Organisasi Masyarakat FPI itu, tapi hingga ke luar area bandara. Bahkan sampai jalan-jalan utama menuju Soetta.Dampak konsentrasi massa ini cukup terasa oleh masyarakat lain, pengguna jasa transportasi udara. Jam terbang jadi tertunda, jalanan pun dibuat macet parah. Malah tak sedikit masyarakat yang terpaksa jalan kaki berkilometer demi bisa menembus kerumunan massa.Baca Juga: Power Habib Rizieq Bisa Mengecil Kalau...Namun, salutnya meski begitu, keamanan di Bandara Soetta benar-benar terjaga dengan baik. Tak ada laporan gangguan keamanan apa pun, penerbangan pun terjaga dengan baik, walaupun terjadi keterlambatan penerbangan.Di balik kisah sukses pengamanan di Bandara Soetta itu, tentu saja ada perjuangan tak kenal lelah dari prajurit-prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Saat itu dari informasi yang diterima, TNI mengerahkan pasukan dari tiga matra sekaligus untuk mengamankan obyek vital dari gangguan keamanan efek dari konsentrasi massa penyambut kedatangan Rizieq Shihab.Secara spesifik lagi, ada sosok seorang Jenderal TNI yang memiliki andil penting dalam pengamanan bandara internasional tersebut, dia adalah Brigadir Jenderal TNI Purwito Hadi Wardhono.Dia merupakan orang yang bertanggung jawab langsung atas keamanan obyek vital Bandara Soetta, sebab dia adalah pemegang tongkat kendali Komando Resor Militer 052/Wijayakrama.Korem 052/Wijayakrama yang dipimpin Brigjen TNI Purwito merupakan salah satu dari dua Komando Teritorial yang berada di bawah komando Kodam Jaya/Jakarta.Dalam pengamanan obyek vital Bandara Soetta itu, Brigjen TNI Purwito turun tangan langsung memimpin pasukan. Saat itu terlihat Brigjen Purwito lebih banyak berada di balik pasukan yang dia pimpin, sembari mengamati situasi, menerima laporan, memberikan perintah dan mengabadikan momen-momen penting.Pada sebuah potret yang disiarkan Korem 052/Wijayakarama tampak mata Brijen TNI Purwito sangat tajam menatap ke beberapa titik yang mungkin dianggapnya janggal atau mencurigakan.Nah yang menarik, ternyata dari penelusuran VIVA Militer, keberhasilan Brigjen TNI Purwito dalam pengamanan Bandara Soetta tak lepas dari pengalaman tugas pengamanan luar biasa yang pernah diembannya.Ternyata Brigjen TNI Purwito bukan orang sembarangan, dia memiliki rekam jejak intelijen yang kakap. Sebelum dipercaya menjabat Komandan Korem 052/Wijayakrama, dia pernah menjabat sebagai Asisten Intelijen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) era Presiden Joko Widodo.Dia menjabat posisi penting di pasukan perisai nyawa presiden itu sejak Mei 2015. Dan secara tak terduga, selama menjabat posisi itu, Brigjen TNI Purwito terlibat  dalam pengamanan-pengamanan kegiatan besar.Seperti pengamanan presiden saat Indonesia kedatangan tamu istimewa, Raja Arab Saudi, Salman bin Abduaziz pada 2017, belum lagi dia dihadapkan pada pengamanan presiden di kala banyak terjadi demonstrasi besar di Jakarta.Semasa itu, Brigjen TNI Purwito pernah diminta datang ke Gedung DPR RI, beliau sengaja diundang untuk mengetahui sistem pengamanan di gedung wakil rakyat tersebut, dan dengan cepat dia mampu menjelaskan secara detail tentang sangat lemahnya sistem pengamanan di sana.Kemudian karena keberhasilan menjaga presiden, Brigjen TNI Purwito dipercaya untuk menjabat Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Kalimantan Utara. Pada 20 November 2019, beliau pecah bintang, pangkatnya naik dari Kolonel menjadi Brigadir Jenderal TNI.Baca Juga: Gegara Teriakkan Nama Habib Rizieq, Prajurit TNI Bernasib Sial: Ditahan Dua MingguLalu akhirnya saat TNI melakukan mutasi besar-besar pada 28 Agustu 2020, dia dipercaya mengisi kursi jabatan yang ditinggalkan Brigjen TNI Tri Budi Utomo, menjadi Komandan Korem 052/Wijayakrama.Ketika itu Brigjen TNI Tri Budi Utomo diangkat menjadi Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus), untuk mendampingi Mayor Jenderal TNI Mohamad Hasan yang memegang tongkat komando Danjen Kopassus, menggantikan Mayjent TNI I Nyoman Cantiasa.Penulis: RedaksiEditor: RosmayantiFoto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.