bulan karena wabah Covid-19 yang melanda dunia, Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengizinkan jemaah luar negeri untuk melaksanakan ibadah umroh mulai 1 November lalu.Sesuai amanat Undang-Undang No. 8 Tahun 2019 tentang perlindungan jemaah haji dan umrah, maka Kementerian Agama mengeluarkan Keputusan Menteri Agama No.719 Tahun 2020 sebagai pedoman penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah di masa pandemi. Jama’ah umrah asal Indonesia mulai melaksanakan umrah pada 4 November 2020.Dari Indonesia sudah 3 kloter dengan total 359 jemaah umrah yang diberangkatkan. Dimana, kloter pertama berangkat pada 1 November 2020 sebanyak 224 jemaah, kloter kedua 89 jemaah yang diberangkatkan pada 3 November 2020, dan kloter ketiga diberangkatkan pada 8 November sebanyak 46 jemaah.Sayangnya, Kementeerian Agama (Kemenag) mencatat ada sebanyak 13 jemaah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Arfi Hatim mengatakan bahwa 8 orang yang terkonfirmasi positif merupakan jemaah kloter pertama dan 5 jemaah merupakan rombongan kloter kedua.Baca Juga: Ingat! Jemaah Umrah Wajib Patuhi Protokol Kesehatan“Betul bahwa ada jemaah kita yang terkonfirmasi positif setelah dilakukan pcr swab di Mekah waktu menuju ke porses karantina. Itu gelombang pertama tanggal 1 November, dari dua kali swab ada 8 jemaah indonesia yang terkonfirmasi positif. Kemudian gelombang kedua tanggal 3 itu ada 5 orang yang terkonfirmasi positif. Gelombang tiga alhamdulilah tidak ada,” kata Arfi, dalam acara talkshow “Perkembangan Terkini : Umroh Aman Saat Pandemi” yang diselenggarakan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19, di Jakarta, Rabu (11/11/2020).Baca Juga: Pulang Umrah, Jemaah Harus Lakukan Screening Covid-19 Lebih DuluLebih lanjut Ia menuturkan jika saat ini jemaah umrah yang terkonfirmasi positif Covd-19 telah ditangani oleh pemerintah arab Saudi. “Mereka sudah dilakukan proses isolasi sambil tunggu waktu akan dilakukan test swab ulang mudah-mudahan hasil sudah negatif. Penangannya sudah ditangani,” tambahnya.Pihaknya pun menuturkan bila kejadian tersebut akan menjadi evaluasi baik bagi Kemenag atau pun pemerintahan Arab Saudi guna melakukan tinddakan pencegahan pada pelaksanaan ibadah umrah agar dapat berjalan aman dan nyaman.“Ini titik kritis yang perlu di evaluasi, pertama kita harus pastikan jemaah yang bernangkat dalam kondisi sehat. Sebelumnya kita sudah buat mitigasi dengan mempertimbangkan segala kondisi terburuk. Tapi kemudian di lapangan ada jemaah yang terkonfirmasi posiitif. Karena, sebelum berangkat sudah karantina dan pcr swab test kemudian hasil negatif, yang jadi pertanyaan kenapa di karantina di Arab Saudi terkonfirmasi posiitf, ini ada beberapa kemungkinan yang akan kami evaluasi untuk pengendalian seluruh proses ibadah umrah,” pungkasnya.Penulis/Editor: Annisa NurfitriyaniFoto: Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS